Contoh Surat Lamaran Kerja untuk berbagai posisi baik Bahasa Inggris maupun Indonesia
12 Desember 2010
Cara Menjaga Komitmen dan Menjadi Sukses
Orang yang memiliki komitmen adalah orang yang melakukan pendekatan terhadap suatu hal dengan penuh intensitas dan entusiasme. Termasuk dalam hal karier. Keberhasilan karier sangat dipengaruhi oleh komitmen Anda terhadap pekerjaan yang Anda geluti. Apa saja yang harus Anda lakukan?
* Kembangkan kekuatan Anda. Setiap orang pasti memiliki kelebihan dalam satu atau dua hal.
* Pilihlah pekerjaan yang memang Anda sukai. Anda akan mau bekerja keras, tanpa syarat, jika Anda memang menikmati pekerjaan tersebut.
* Jangan terlalu banyak membuat target. Yang penting prioritas dan fokus. Ingat, tak ada manusia yang sempurna, termasuk Anda. Jadi, setelah Anda membuat priorotas, fokuslah. Ini akan membuat Anda tetap termotivasi untuk bekerja keras.
* Sukses tentu juga butuh disiplin. Paling tidak, disiplinlah pada diri sendiri.
* Jangan sungkan untuk mengakui kesalahan.
* Sebisa mungkin hindari konflik yang tak perlu, karena itu hanya akan menghabiskan energi dan waktu Anda.
* Jangan lupa, tersenyum dan tertawalah. Tertawa akan membuat Anda lebih relaks, sehingga Anda akan lebih mampu menghadapi persoalan, termasuk persoalan di tempat kerja.
Cara Sukses Mengelola Pekerjaan
Sejatinya, setiap individu adalah manager. Paling tidak, manager untuk diri sendiri. Dalam urusan pekerjaan, misalnya, sebagai "manager" Anda harus tahu faktor-faktor apa saja yang harus dilakukan untuk mengelola pekerjaan Anda agar hasilnya maksimal.
Baik buruknya pengelolaan Anda terhadap pekerjaan, bawahan, dan atasan, sama besarnya dengan bagaimana Anda mencapai tujuan dan tercapainya tujuan pribadi Anda.
Berikut ini beberapa keterampilan yang harus dimiliki untuk membantu Anda mengelola pekerjaan.
1: Komunikasi jelas dan hati-hati
Komunikasi memegang peranan penting pada setiap kegiatan pengelolaan, dan merupakan komponen dasar dari keberhasilan. Jarang ada seorang manager yang sukses bila tidak memiliki cara berkomunikasi yang baik. Dan biasanya kegagalan seorang manager juga disebabkan oleh masalah berkomunikasi.
Cara Anda berbicara tidak hanya memperlihatkan Anda sebagai seorang individu, tetapi juga mengatasnamakan perusahaan. Bila Anda berbicara secara obyektif, positif dan mendukung, maka Anda menciptakan suasana yang obyektif, positif, dan penuh dukungan. Bila Anda menguasai keterampilan ini berarti Anda dapat menghilangkan masalah interpersonal dan Anda dapat menciptakan budaya yang terbaik pada komunitas.
2: Beri informasi yang tepat
Sebagai seorang "manager" Anda merupakan seorang penghubung jaringan data perusahaan. Anda memberikan informasi dari satu titik ke titik yang lain dan menyaring isi informasi secara tepat.
Komunikasi merupakan sistem penghubung dari perusahaan dan Andalah yang bertanggungjawab atas proses kelancarannya. Suksesnya Anda berarti suksesnya tim kerja Anda. Begitu pula bagaimana pandangan pimpinan perusahaan terhadap tim kerja Anda. Misalnya:
* Bila Anda memberikan informasi kepada tim kerja Anda tentang pedoman perusahaan atau informasi industri, Anda memperlihatkan kepada mereka pengertian dalam garis besar yang dapat membantu memotivasi mereka untuk mencapai sasaran dan membantu mereka untuk membuat keputusan sesuai yang informasi yang diberikan.
* Bila Anda melaporkan tim kerja Anda kepada pimpinan perusahaan tentang kontribusi dan kebutusan mereka, Anda mempromosikan nilai tim kerja Anda dan memberitahukan sumber-sumber yang diperlukan untuk kelancaran pekerjaan mereka
* Bila Anda mengabarkan berita tentang keberhasilan dan kebutuhan tim kerja Anda kepada departemen lain di perusahaan Anda, maka Anda mempromosikan visi dan penghargaan tim kerja Anda di dalam perusahaan. Menyebarkan informasi merupakan keahlian tersendiri yang harus Anda miliki.
3: Jelaskan sasaran perusahaan
Karena Anda berada di depan, Anda harus memiliki pandangan yang terbaik mengenai sasaran yang akan dicapai. Andalah yang menentukan kemana Anda akan mengarahkan tim kerja dalam mencapai tujuan perusahaan. Dengan misi dan tujuan perusahaan, Anda harus dapat memilah-milah dan mengatur pembagian kerja di dalam tim kerja Anda. Arahkan kemajuan untuk mencapai misi perusahaan.
4: Beri motivasi tim kerja
Tim kerja yang dimotivasi akan berusaha bekerja untuk mencapai sasaran. Motivasi bukan hanya mengenai uang atau kompensasi, walaupun hal ini juga memegang peranan penting. Walaupun Anda memerlukan orang yang memiliki motivasi, Anda harus ingat bahwa motivasi dari pimpinan dapat membentuk inspirasi. Tugas Andalah untuk memberikan motivasi. Anda menciptakan suasana kerja yang penuh semangat, bebas intrik dan friksi bila Anda memberikan inspirasi kepada tim kerja dalam mencapai tujuan yang menantang. Dengan perkataan lain Andalah yang menunjukkan jalan kepada bawahan Anda dan Andalah yang menghilangkan kendala yang dihadapi oleh tim kerja Anda.
5: Prioritaskan kegiatan dan pengelolaan waktu
Anda bertanggung jawab untuk mengawasi tim kerja Anda. Perhatikan siapa yang perlu didorong dan siapa yang sedang stres karena dikejar oleh deadline. Setiap orang merasa pekerjaannyalah yang terpenting. Manager yang baik dapat melatih kedisiplinan dalam pengelolaan waktu baik untuk diri mereka sendiri ataupun untuk bawahannya. Anda dapat memulainya dengan mengatur waktu Anda sendiri dan memprioritaskan pekerjaan-pekerjaan tertentu.
6: Memonitor
Tugas Anda bukan hanya membagi tugas, menjelaskan tujuan, memotivasi setiap orang, lantas Anda duduk santai di meja kerja dan menunggu laporan akhir. Anda tetap harus memonitor sampai dimana bawahan Anda mengerjakan tugas yang dibebankan kepada mereka, memeriksa apakah mereka menghadapi kendala atau tidak. Dengan demikian Anda telah mengantisipasi dari awal kendala-kendala yang dihadapi dan dengan demikian pekerjaan akan dapat diselesaikan tepat waktu.
7: Mengevaluasi
Setiap tahun selalu ada penilaian terhadap prestasi setiap pegawai dan nilai prestasi bawahan Anda akan di evaluasi oleh perusahaan sesudah mendapat nilai evaluasi dari Anda. Nilai prestasi tidak selalu sesuai dengan yang diharapkan oleh pegawai dan bila hal ini terjadi, pegawai yang bersangkutan akan kecewa, stress dan tidak bersemangat. Cara penyampaian dan pendekatan Anda kepada tim Anda dapat merubah pAndangan mereka terhadap penilaian yang diberikan. Hindari sikap menghakimi dan lakukan pendekatan yang mendukung.
8: Mengatasi konflik
Konflik membuat orang menjadi stres. Konflik dapat terjadi di tempat kerja manapun juga. Sebagai manager, Anda harus memahami prinsip-prinsip dan cara-cara mengatasi konflik yang terjadi. Praktekkan keterampilan Anda dan latih bawahan Anda. Bila Anda berhasil mengurangi friksi yang tidak produktif berarti Anda melancarkan kerjasama yang memperbaiki mutu kehidupan setiap orang di lingkungan kerja.
9: Mengembangkan keterampilan tim
Tuntutan saat ini terhadap tim Anda belum tentu menjadi tuntutan masa depan. Anda harus dapat mengantisipasi konteks masa depan dan mengembangkan keterampilan yang sesuai. Dalam hal ini termasuk keterampilan pribadi Anda dan keterampilan pribadi masing-masing orang dalam tim kerja Anda.
10: Pelatihan
Untuk mencapai keberhasilan tim kerja Anda, Anda harus jeli melihat kekurangan dari tim kerja Anda, lantas berusaha mengatasinya. Misalnya dengan memberikan pelatihan sesuai dengan sasaran yang dituju.
11: Dapat menempatkan diri
Ada saatnya Anda harus turun tangan bila anak buah memerlukan bantuan, dan Anda harus mau dan dapat melakukannya. Tentu tidak selalu karena Anda sendiri harus memusatkan perhatian Anda pada tugas dan tanggung jawab yang Anda pikul dalam memberikan panduan kepada anak buah Anda. Bimbing anak buah Anda menuju sukses.
Akhirnya, seorang manager merupakan kunci keberhasilan suatu perusahaan. Kumpulkan tim kerja Anda, lakukan pembagian tugas, motivasi dan komunikasi, beri dukungan, beri bekal yang diperlukan, dan hilangkan kendala. Tenaga yang ditularkan kepada setiap orang berasal dari seorang manager. Dan orang tersebut adalah Anda.
9 Kiat Menghindari PHK
Di saat situasi ekonomi tak menentu, tentu ada kekhawatiran, akankah perusahaan tempat kita bekerja melakukan pengurangan karyawan. Simak sembilan kiat berikut untuk membantu Anda menghindari pemutusan hubungan kerja.
TAK PERLU MERASA CEMAS
Disaat seperti sekarang ini, perasaan cemas memang tak bisa dihindari. Tetapi menyimpan perasaan cemas secara berlebihan tentu tak perlu. Coba Anda ingat-ingat, akhir-akhir ini berapa kali Anda gemetar ketakutan hanya karena dipanggil atasan. Anda panic dan bertanya-tanya, jangan-jangan di PHK nih. Namun, toh, bukan karena alasan itu Anda dipanggil atasan. Nah, kini belajarlah menerima kenyataan. Daripada menumpuk ketakutan, bukankah lebih baik Anda memikirkan apa yang harus dilakukan bila kejadian itu menimpa hingga kalaupun terjadi Anda tahu langkah-langkah yang harus ditempuh. Namun sebelum keputusan itu datang, ada baiknya Anda menghilangkan ketakutan. Karena kecemasan yang berlebihan justru akan mempengaruhi kinerja Anda.
Disaat seperti sekarang ini, perasaan cemas memang tak bisa dihindari. Tetapi menyimpan perasaan cemas secara berlebihan tentu tak perlu. Coba Anda ingat-ingat, akhir-akhir ini berapa kali Anda gemetar ketakutan hanya karena dipanggil atasan. Anda panic dan bertanya-tanya, jangan-jangan di PHK nih. Namun, toh, bukan karena alasan itu Anda dipanggil atasan. Nah, kini belajarlah menerima kenyataan. Daripada menumpuk ketakutan, bukankah lebih baik Anda memikirkan apa yang harus dilakukan bila kejadian itu menimpa hingga kalaupun terjadi Anda tahu langkah-langkah yang harus ditempuh. Namun sebelum keputusan itu datang, ada baiknya Anda menghilangkan ketakutan. Karena kecemasan yang berlebihan justru akan mempengaruhi kinerja Anda.
BEKERJA SEBAIK MUNGKIN
Banyak atasan yang terus-terang mengaku, daftar pertama karyawan yang akan di-PHK adalah mereka yang cara kerjanya jauh dari harapan. Kekurangmampuan bekerja dalam tim merupakan salah satu penilaian tentang kegagalan karyawan. “Saya akan membagi pekerjaan. Tak ada alasan Anda tak mampu melakukannya,” begitu kata atasan.
Sebaiknya memang Anda tak perlu berdebat tentang pekerjaan yang diberikan kepada Anda. Cobalah untuk produktif. Jangan hambur-hamburkan waktu. Lebih aman jika Anda selalu tampak sibuk. Jika Anda merasa tak punya kerjaan, temuilah atasan dan tanyalah sesuatu yang bisa Anda kerjakan.
Banyak atasan yang terus-terang mengaku, daftar pertama karyawan yang akan di-PHK adalah mereka yang cara kerjanya jauh dari harapan. Kekurangmampuan bekerja dalam tim merupakan salah satu penilaian tentang kegagalan karyawan. “Saya akan membagi pekerjaan. Tak ada alasan Anda tak mampu melakukannya,” begitu kata atasan.
Sebaiknya memang Anda tak perlu berdebat tentang pekerjaan yang diberikan kepada Anda. Cobalah untuk produktif. Jangan hambur-hamburkan waktu. Lebih aman jika Anda selalu tampak sibuk. Jika Anda merasa tak punya kerjaan, temuilah atasan dan tanyalah sesuatu yang bisa Anda kerjakan.
HINDARI HAL YANG MEMBAHAYAKAN
Jangan pernah mencoba hal yang bisa membahayakan posisi Anda. Tak mengerjakan tugas sesuai yang diminta, selalu diingatkan oleh atasan soal pekerjaan, tak dapat dipercaya, berbohong, atau melanggar peraturan perusahaan, adalah contoh hal-hal yang bisa membahayakan karier Anda. Cobalah untuk memulai segalanya dengan baik. Contohnya, jika sakit beritahu atasan Anda segera mungkin sebelum Anda mendapat tugas.
Jangan pernah mencoba hal yang bisa membahayakan posisi Anda. Tak mengerjakan tugas sesuai yang diminta, selalu diingatkan oleh atasan soal pekerjaan, tak dapat dipercaya, berbohong, atau melanggar peraturan perusahaan, adalah contoh hal-hal yang bisa membahayakan karier Anda. Cobalah untuk memulai segalanya dengan baik. Contohnya, jika sakit beritahu atasan Anda segera mungkin sebelum Anda mendapat tugas.
PERHATIKAN PULA OARANG LAIN
Bukan cuma tanggungjawab pada pekerjaan kita saja yang penting kita perhatikan. Sungguh tak ada salahnya Anda peduli pada tanggungjawab orang, sepanjang tak merugikan diri Anda dan orang yang berangkutan. Misalnya, mencermati pekerjaan yang tak disukai atasan atau rekan sekerja Anda. Mira, seorang sekretaris yang mendapati atasannya punya kesulitan mengumpulkan laporan bulanan karyawan yang menumpuk. Ia pun menawarkan diri mengumpulkan data-data, sehingga atasannya tinggal memeriksanya. Hasilnya, saat masa PHK bagi karyawan tiba, Mira tetap aman diposisinya.
Bukan cuma tanggungjawab pada pekerjaan kita saja yang penting kita perhatikan. Sungguh tak ada salahnya Anda peduli pada tanggungjawab orang, sepanjang tak merugikan diri Anda dan orang yang berangkutan. Misalnya, mencermati pekerjaan yang tak disukai atasan atau rekan sekerja Anda. Mira, seorang sekretaris yang mendapati atasannya punya kesulitan mengumpulkan laporan bulanan karyawan yang menumpuk. Ia pun menawarkan diri mengumpulkan data-data, sehingga atasannya tinggal memeriksanya. Hasilnya, saat masa PHK bagi karyawan tiba, Mira tetap aman diposisinya.
SELALU BELAJAR
Ilmu tak akan pernah habis dipelajari. Pepatah itu tak hanya berlaku bagi para penuntut ilmu, tetapi juga layak diterapkan oleh karyawan. Seorang ahli mengatakan, belajar seumur hidup sangat penting untuk mempertahankan posisi. Tanamkan pada pikiran Anda bahwa Anda harus bisa lebih dari karyawan lain. Tak ada salahnya mempelajari keahlian lain diluar bidang pekerjaan Anda. Carilah bidang-bidang lain yang tengah dikembangkan oleh perusahan Anda. Selama ada perluasan usaha, selama itu pula Anda akan terjamin.
Ilmu tak akan pernah habis dipelajari. Pepatah itu tak hanya berlaku bagi para penuntut ilmu, tetapi juga layak diterapkan oleh karyawan. Seorang ahli mengatakan, belajar seumur hidup sangat penting untuk mempertahankan posisi. Tanamkan pada pikiran Anda bahwa Anda harus bisa lebih dari karyawan lain. Tak ada salahnya mempelajari keahlian lain diluar bidang pekerjaan Anda. Carilah bidang-bidang lain yang tengah dikembangkan oleh perusahan Anda. Selama ada perluasan usaha, selama itu pula Anda akan terjamin.
KUASAI KEAHLIAN LAIN
Ada beberapa keahlian yang dapat Anda transfer untuk meningkatkan karier Anda. Bahkan jika keahlian itu hanya untuk kelas manajer. Seorang pakar menyebut enam hal penting yang harus dikuasai manajer, yakni pelatihan bagi karyawan, wawancara yang efektif, manajemen manusia, evaluasi anggaran, public speaking, dan laporan yang jelas.
Nah, tak ada salahnya jika Anda pun mempelajari keenam kemapuan ini. Jika perusahaan punya kebijakan memangkas sebagian manajer, jangan-jangan karier Anda akan terangkat.
Ada beberapa keahlian yang dapat Anda transfer untuk meningkatkan karier Anda. Bahkan jika keahlian itu hanya untuk kelas manajer. Seorang pakar menyebut enam hal penting yang harus dikuasai manajer, yakni pelatihan bagi karyawan, wawancara yang efektif, manajemen manusia, evaluasi anggaran, public speaking, dan laporan yang jelas.
Nah, tak ada salahnya jika Anda pun mempelajari keenam kemapuan ini. Jika perusahaan punya kebijakan memangkas sebagian manajer, jangan-jangan karier Anda akan terangkat.
CATATAN PRESTASI KERJA
Jangan pernah lupa mencatat prestasi kerja Anda. Bahkan jika atasan Andalupa, ingatkan dia. Catatan prestasi ini dapat membantu Anda saat menghadapi PHK. Atasan pasti tahu, catatan ini bakal dipakai karyawan sebagai senjata saat mereka akan di PHK. Gunakan catatan ini untuk mengingatkan atasan soal konstribusi Anda.
Jangan pernah lupa mencatat prestasi kerja Anda. Bahkan jika atasan Andalupa, ingatkan dia. Catatan prestasi ini dapat membantu Anda saat menghadapi PHK. Atasan pasti tahu, catatan ini bakal dipakai karyawan sebagai senjata saat mereka akan di PHK. Gunakan catatan ini untuk mengingatkan atasan soal konstribusi Anda.
TAK SEORANG PUN DAPAT MEMBANTU ANDA
Salah besar jika Anda merasa posisi Anda saat ini aman, hanya karena Anda dekat dengan atasan dan rekan-rekan sekerja Anda, misalnya. Situasi bisa cepat berubah dan mereka mungkin saja suatu ketika nanti tak bisa atau tak mau berbuat sesuatu bagi Anda. Anda pasti lebih aman bila bekerja dengan baik dan mampu menjaga prilaku yang baik.
Salah besar jika Anda merasa posisi Anda saat ini aman, hanya karena Anda dekat dengan atasan dan rekan-rekan sekerja Anda, misalnya. Situasi bisa cepat berubah dan mereka mungkin saja suatu ketika nanti tak bisa atau tak mau berbuat sesuatu bagi Anda. Anda pasti lebih aman bila bekerja dengan baik dan mampu menjaga prilaku yang baik.
PERSIAPKAN MASA DEPAN
Bacalah bagian bisnis di surat kabar, brosur perusahaan, atau internet. Semakin banyak membaca, semakin Anda mengenal variasi pekerjaan yang cocok buat Anda. Yang juga penting, persiapkanlah masa depan Anda. Dengan bekerja sebaik mungkin dan menambah pengetahuan, secara tak langsung Anda juga mempersiapkan masa depan Anda sendiri.
Hal yang paling penting agar Anda tak terkena PHK adalah bertanggung jawab pada diri sendiri. Anda tak bisa bergantung pada atasan, perusahaan, atau system. Anda akan aman dari PHK dengan memberikan apa yang menjadi permintaan saat ini, serta mempersiapkan diri Anda bagi permintaan masa depan.
Bacalah bagian bisnis di surat kabar, brosur perusahaan, atau internet. Semakin banyak membaca, semakin Anda mengenal variasi pekerjaan yang cocok buat Anda. Yang juga penting, persiapkanlah masa depan Anda. Dengan bekerja sebaik mungkin dan menambah pengetahuan, secara tak langsung Anda juga mempersiapkan masa depan Anda sendiri.
Hal yang paling penting agar Anda tak terkena PHK adalah bertanggung jawab pada diri sendiri. Anda tak bisa bergantung pada atasan, perusahaan, atau system. Anda akan aman dari PHK dengan memberikan apa yang menjadi permintaan saat ini, serta mempersiapkan diri Anda bagi permintaan masa depan.
Salah Bicara Membahayakan Karir
Di samping harus bekerja keras, jujur, dan penuh tanggung jawab, Anda juga harus pandai-pandai bertindak di kantor kalau mau karier Anda meningkat. Bahkan Anda pun harus cerdik menyusun strategi. Nah, berikut sejumlah strategi yang bisa menerbangkan karier Anda.
HINDARI MENGUNGKAP PIKIRAN SEMBARANGAN
Hati-hati apabila berbagi cerita dengan teman perempuan melalui telepon, karena Anda tak pernah tahu berapa orang yang turut menjadi pendengar. Demikian pula bila hendak membicarakan masalah teman kerja. Hindari komentar yang bernada usil, terhadap siapa pun. Bahkan kendati bila sikapnya amat mengganggu Anda, ataupun caranya bersendawa atau mengunyah makanan sangat tidak sopan. Bukan tak mungkin komentar Anda bakal disampaikan pada orang tersebut (yang kemudian bisa jadi musuh). Akibat lainnya adalah orang akan berpikir dua kali bila hendak berbagi gosip dengan Anda karena khawatir Anda bakal bicara sembrono.
Jadi, bila seseorang menanyakan komentar Anda tengah si A atau si B, jawab saja dengan kalimat yang tidak bernada buruk. Misalnya saja “Dia selalu baik padaku” atau “Saya pikir sikapnya selalu layak.”
Hati-hati apabila berbagi cerita dengan teman perempuan melalui telepon, karena Anda tak pernah tahu berapa orang yang turut menjadi pendengar. Demikian pula bila hendak membicarakan masalah teman kerja. Hindari komentar yang bernada usil, terhadap siapa pun. Bahkan kendati bila sikapnya amat mengganggu Anda, ataupun caranya bersendawa atau mengunyah makanan sangat tidak sopan. Bukan tak mungkin komentar Anda bakal disampaikan pada orang tersebut (yang kemudian bisa jadi musuh). Akibat lainnya adalah orang akan berpikir dua kali bila hendak berbagi gosip dengan Anda karena khawatir Anda bakal bicara sembrono.
Jadi, bila seseorang menanyakan komentar Anda tengah si A atau si B, jawab saja dengan kalimat yang tidak bernada buruk. Misalnya saja “Dia selalu baik padaku” atau “Saya pikir sikapnya selalu layak.”
BERJUANG DENGAN FLU
Apabila seseorang terserang flu, Anda harus berani berjuang seharian dengan tisu selalu di tangan, vitamin C dosis tinggi, serta obat flu. Banyak pimpinan menilai rendah karyawannya yang sering kali tidak masuk hanya karena sakit ringan. Sebaliknya bila Anda tetap bekerja di kala sakit sekalipun pimpinan akan memberi nilai tambah.
Tetapi bila di kantor Anda ada cuti sakit, ambillah setelah kondisi tubuh lebih baik. Sehingga Anda bisa memanfaatkannya untuk relaks.
Apabila seseorang terserang flu, Anda harus berani berjuang seharian dengan tisu selalu di tangan, vitamin C dosis tinggi, serta obat flu. Banyak pimpinan menilai rendah karyawannya yang sering kali tidak masuk hanya karena sakit ringan. Sebaliknya bila Anda tetap bekerja di kala sakit sekalipun pimpinan akan memberi nilai tambah.
Tetapi bila di kantor Anda ada cuti sakit, ambillah setelah kondisi tubuh lebih baik. Sehingga Anda bisa memanfaatkannya untuk relaks.
JAGA KEHIDUPAN PRIBADI ANDA
Benar. Anda bisa saja berbagi cerita, namun sebaiknya Anda tidak mengungkapkan sesuatu yang bisa membuat teman sekerja Anda merasa tidak nyaman. Atau bahkan membuat Anda merasa harus berkompromi di kemudian hari. Misalnya saja supervisor Anda bisa saja di kemudian hari mengatakan, “Mungkin ia bukan orang yang tepat untuk tugas sebesar ini karena ia baru saja putus dari pacarnya, dan anjing kesayangannya juga baru saja mati. Ia sedang punya banyak masalah saat ini.”
Mengungkapkan masalah pribadi terlalu detail di kantor selain akan membuat bos Anda segera merasa khawatir. Di samping menunjukkan tindakan yang tidak bijaksana dan tidak profesional.
Mengumbar kehidupan pribadi juga sering jadi bumerang. Bisa saja, kan, atasan lalu menganggap Anda terlampau putus asa.
Benar. Anda bisa saja berbagi cerita, namun sebaiknya Anda tidak mengungkapkan sesuatu yang bisa membuat teman sekerja Anda merasa tidak nyaman. Atau bahkan membuat Anda merasa harus berkompromi di kemudian hari. Misalnya saja supervisor Anda bisa saja di kemudian hari mengatakan, “Mungkin ia bukan orang yang tepat untuk tugas sebesar ini karena ia baru saja putus dari pacarnya, dan anjing kesayangannya juga baru saja mati. Ia sedang punya banyak masalah saat ini.”
Mengungkapkan masalah pribadi terlalu detail di kantor selain akan membuat bos Anda segera merasa khawatir. Di samping menunjukkan tindakan yang tidak bijaksana dan tidak profesional.
Mengumbar kehidupan pribadi juga sering jadi bumerang. Bisa saja, kan, atasan lalu menganggap Anda terlampau putus asa.
BERSIKAP BERSAHABAT
Karena tugas-tugasnya menangani agenda bos dan semua telepon masuk maka sekretaris dan resepsionis memiliki akses pada nara sumber dan informasi. Inilah yang memberinya kekuatan. Jadi, bila menganggap mereka sebagai musuh, kemungkinan mereka akan bisa menahan informasi penting bagi Anda.
Karena tugas-tugasnya menangani agenda bos dan semua telepon masuk maka sekretaris dan resepsionis memiliki akses pada nara sumber dan informasi. Inilah yang memberinya kekuatan. Jadi, bila menganggap mereka sebagai musuh, kemungkinan mereka akan bisa menahan informasi penting bagi Anda.
Jadi, bijaksana sekali bila Anda mampu bersahabat dengan karyawan selevel sekretaris dan resepsionis, kendati ini sebetulnya semata-mata hanyalah demi sopan santun belaka. Misalnya jangan pernah lupa mengatakan terima kasih apabila mereka telah mengetik atau mengirim fax untuk Anda. Dan senantiasa katakan kepada mereka ke mana Anda makan siang atau mengadakan meeting.
Yang juga penting, tunjukkan pada mereka Anda tertarik pada kehidupan mereka dengan menanyakan bagaimana acara akhir pekan mereka, apakah cita-cita mereka, atau hal-hal penting lainnya.
Yang juga penting, tunjukkan pada mereka Anda tertarik pada kehidupan mereka dengan menanyakan bagaimana acara akhir pekan mereka, apakah cita-cita mereka, atau hal-hal penting lainnya.
KAPAN HARUS MENGAJUKAN PERTANYAAN?
Meminta pendapat atau nasihat dari teman sekerja akan meningkatkan hubungan kerja karena hal ini menunjukkan Anda menghargai serta mempercayai pandangan orang tersebut (apakah sebenarnya demikian ataukah tidak, itu soal lain).
Meminta pendapat atau nasihat dari teman sekerja akan meningkatkan hubungan kerja karena hal ini menunjukkan Anda menghargai serta mempercayai pandangan orang tersebut (apakah sebenarnya demikian ataukah tidak, itu soal lain).
Namun sebaliknya, mengajukan pertanyaan adalah persoalan yang cukup kompleks. Dengan mengajukan pertanyaan yang tepat siapa pun bisa mendapatkan informasi yang berharga serta bisa menyerap keahlian dari orang-orang di sekitar Anda.
Bila ingin sukses, cobalah berlatih untuk berpikir positif sebelum berbicara. Bila Anda menginterupsi seseorang untuk menanyakan sesuatu yang sesungguhnya bisa Anda selidiki sendiri maka bisa-bisa Anda dianggap sebagai orang yang malas bekerja.
Apabila bos Anda adalah eksekutif yang suka memberi petunjuk dengan jelas, maka Anda bisa mengajukan pertanyaan-pertanyaan guna memperjelas persoalan dan menghindari ketersendatan. Ucapkan lagi tugas-tugas yang didelegasikan pada Anda untuk melakukan pengecekan secara verbal. Demikian saran psikolog karier. Selain itu, tanyakanlah:
- Sejauh mana hak Anda untuk bertindak dan kira-kira apa saja halangannya.
- Apakah yang menjadi prioritas.
- Bagaimana cara Anda melaporkan perkembangan-perkembangan langkah yang Anda ambil kepada beliau.
Jadi, semakin tegas dan jelas cara Anda menjabarkan parameter pekerjaan Anda, semakin kecil pula kemungkinan Anda jadi bingung.
- Sejauh mana hak Anda untuk bertindak dan kira-kira apa saja halangannya.
- Apakah yang menjadi prioritas.
- Bagaimana cara Anda melaporkan perkembangan-perkembangan langkah yang Anda ambil kepada beliau.
Jadi, semakin tegas dan jelas cara Anda menjabarkan parameter pekerjaan Anda, semakin kecil pula kemungkinan Anda jadi bingung.
MANFAATKAN MEMO
Jangan pernah beranggapan catatan atau memo cuma sekadar serpihan kertas yang bakal jadi sampah. Karena, apa pun yang tertulis di atas kertas pastilah lebih bisa dipercaya daripada perkataan apa pun.
Catatan, penting untuk mengetahui kejanggalan-kejanggalan yang mungkin bakal terjadi sebelum sesuatu hal menjadi parah. Lewat catatan Anda bisa memiliki tinjauan ke masa depan dan bisa terbebas dari tuduhan apabila suatu saat ramalan Anda jadi kenyataan. Sangat disarankan bila Anda selalu mengungkapkan hasil catatan Anda pada bos serta mampu mengajukan solusi. Misalnya, “Saya rasa kita punya gagasan yang mungkin akan bisa mengatasinya.
Jangan pernah beranggapan catatan atau memo cuma sekadar serpihan kertas yang bakal jadi sampah. Karena, apa pun yang tertulis di atas kertas pastilah lebih bisa dipercaya daripada perkataan apa pun.
Catatan, penting untuk mengetahui kejanggalan-kejanggalan yang mungkin bakal terjadi sebelum sesuatu hal menjadi parah. Lewat catatan Anda bisa memiliki tinjauan ke masa depan dan bisa terbebas dari tuduhan apabila suatu saat ramalan Anda jadi kenyataan. Sangat disarankan bila Anda selalu mengungkapkan hasil catatan Anda pada bos serta mampu mengajukan solusi. Misalnya, “Saya rasa kita punya gagasan yang mungkin akan bisa mengatasinya.
BUSANA YANG TEPAT
Memang ada saja kantor yang sengaja memanggil guru khusus agar karyawatinya bisa berbusana dengan baik. Namun bila kantor Anda bukan tergolong demikian, usahakan untuk menciptakan citra diri yang bisa memberi kesan siapa dia sesungguhnya. Yaitu, pilih busana yang bisa membuat Anda benar-benar tampak sebagai wanita yang mandiri, terorganisasi(bisa mengatur diri sendiri), bisa diandalkan, namun keren. Yaitu dengan mengenakan busana yang sesuai seperti rok dan jas berpotongan sederhana namun baik, atau mengenakan pantalon dengan vest .
Memang ada saja kantor yang sengaja memanggil guru khusus agar karyawatinya bisa berbusana dengan baik. Namun bila kantor Anda bukan tergolong demikian, usahakan untuk menciptakan citra diri yang bisa memberi kesan siapa dia sesungguhnya. Yaitu, pilih busana yang bisa membuat Anda benar-benar tampak sebagai wanita yang mandiri, terorganisasi(bisa mengatur diri sendiri), bisa diandalkan, namun keren. Yaitu dengan mengenakan busana yang sesuai seperti rok dan jas berpotongan sederhana namun baik, atau mengenakan pantalon dengan vest .
Apabila Anda memiliki rambut panjang, gelunglah yang rapi saat menghadiri meeting yang penting sifatnya. Riset membuktikan para klien dan bos akan cenderung lebih mempedulikan saran dan komentar wanita apabila sang wanita tampak segar dan rapi.
TAMPILKAN DIRI ANDA
Yani, usia 26 tahun, adalah pegawai bagian akunting dari sebuah perusahaan besar. “Selama ini saya merasa menjadi pegawai yang rajin dan bisa diandalkan. Namun belakangan tiba-tiba saja seorang pegawai baru dipromosikan,” ujarnya.
Yani, usia 26 tahun, adalah pegawai bagian akunting dari sebuah perusahaan besar. “Selama ini saya merasa menjadi pegawai yang rajin dan bisa diandalkan. Namun belakangan tiba-tiba saja seorang pegawai baru dipromosikan,” ujarnya.
Banyak orang yang pandai menyuarakan dirinya sendiri. Misalnya saja, bila lembur, maka ia tak segan-segan memberitahu semua orang bahwa ia lembur, meskipun cuma setengah jam. Begitu juga kalau ia menemukan cara untuk memperbaiki sebuah sistem, ia pun tak segan-segan memberinya istilah “resepku”.
Kadang memang dalam dunia perkantoran citra diri seseorang lebih penting daripada kualitas pekerjaannya. Artinya, apabila kantor Anda dimulai pukul delapan dan setiap hari Anda baru nongol pukul setengah sembilan, besar kemungkinan teman kerja Anda serta bos Anda beranggapan bahwa Anda adalah orang yang tidak tertib atau bahkan lamban. Kendati Anda menebusnya dengan tidak keluar ketika istirahat makan siang sekalipun.
Untuk membangun reputasi, Anda perlu menjadi konsultan humas bagi diri sendiri, agar orang tidak punya kesempatan untuk meremehkan Anda. Misalnya mulailah dengan sapaan, “Selamat pagi” serta ungkapan pamit pada seluruh teman sekerja atau karyawan di kantor Anda. Tak peduli betapa rendah atau betapa tinggi posisinya.
Bisa juga Anda berlangganan majalah yang memuat artikel yang relevan dengan pekerjaan Anda, lantas fotokopilah naskah tersebut dan bagikan pada atasan langsung Anda. Ambillah resiko, kenali hal-hal yang sekiranya tidak disukai bos Anda, dan tawarkan padanya untuk mengambil alih pekerjaan tersebut.
Selain itu, hal yang juga amat penting adalah ketepatan waktu kalau tak mau dipandang sebagai tidak mampu mengorganisasi atau mengatur diri sendiri.
Selain itu, hal yang juga amat penting adalah ketepatan waktu kalau tak mau dipandang sebagai tidak mampu mengorganisasi atau mengatur diri sendiri.
JADIKAN CALON MUSUH SEBAGAI TEMAN
Dalam pekerjaan apa pun, sukses sebagian besar tergantung pada kemampuan orang-orang di kantor Anda. Berikan perhatian pada apa yang dilakukan teman sekerja Anda, bukan pada apa yang mereka katakan. Dengan demikian Anda akan bisa segera tahu siapa yang punya potensi menimbulkan masalah dan siapa yang kira-kira bisa Anda percaya.
Dalam pekerjaan apa pun, sukses sebagian besar tergantung pada kemampuan orang-orang di kantor Anda. Berikan perhatian pada apa yang dilakukan teman sekerja Anda, bukan pada apa yang mereka katakan. Dengan demikian Anda akan bisa segera tahu siapa yang punya potensi menimbulkan masalah dan siapa yang kira-kira bisa Anda percaya.
Upayakan memperkenalkan orang di kantor Anda dari bos hingga teman sekerja kepada pelanggan dan klien Anda. Ciptakan jaringan dengan cara minum kopi bersama dengan sebanyak mungkin orang. Seretlah orang-orang ke pihak Anda khususnya yang punya kategori ‘sulit’. Dengan harapan mereka akan loyal kepada Anda manakala suatu kali nasib Anda berubah.
BERTINDAKLAH DENGAN TAKTIS
Menjawab pertanyaan bos atau klien juga ada caranya agar suasana tidak menjadi runyam. Misalnya, kala Anda dan atasan bersilang pendapat, katakanlah dengan rendah hati “Ah, ini pasti cuma masalah komunikasi.”
Menjawab pertanyaan bos atau klien juga ada caranya agar suasana tidak menjadi runyam. Misalnya, kala Anda dan atasan bersilang pendapat, katakanlah dengan rendah hati “Ah, ini pasti cuma masalah komunikasi.”
Begitu juga bila Anda lupa menelepon klien. Jangan cepat-cepat mengatakan, “Aduh, saya lupa,” tetapi “Maaf operator pulang lebih awal karena sakit jadi saya tidak menerima pesan Anda.”
Atau bila Anda tidak bisa menyelesaikan tugas sesuai jadwal yang ditentukan, ucapkan, “Saya mohon maaf, saya terlalu memperhatikan masalah detail sampai-sampai lupa waktu. Tapi saya akan lembur sampai malam untuk merampungkan tugas ini.”
Atau bila Anda tidak bisa menyelesaikan tugas sesuai jadwal yang ditentukan, ucapkan, “Saya mohon maaf, saya terlalu memperhatikan masalah detail sampai-sampai lupa waktu. Tapi saya akan lembur sampai malam untuk merampungkan tugas ini.”
Kiat Atasi Kebosanan di Tempat Kerja
Kita sering sekali mengeluh pekerjaan kita membosankan. Padahal perasaan itu datang justru dari Sikap kita, bukan bersumber dari pekerjaannya. Sebab, sebenarnya tak ada tugas yang membosankan kalau kita mampu menemukan tantangan yang ada di dalam tugas tersebut.
Tantangan yang paling mengemuka misalnya, bagaimana membuat pekerjaan hari ini dapat dilaksanakan lebih baik dari kemarin? Inilah yang akan menentukan terasah atau tidaknya kemampuan untuk menyelesaikan pekerjaan.
FOKUSKAN HARI INI
Cita-cita adalah baterai yang memberi kita energi untuk melakukan pekerjaan sabaik mugkin. Ini mewujud dalam bentuk keinginan dan harapan kita untuk mencapai status tertentu atau memiliki benda penunjang status tadi. Misalnya, rumah atau mobil di masa datang.
Tetapi bila terlalu terpaku pada pemikuran akan jadi apa saya kelak dan mengabaikan tanggung jawab yang harus diselesaikan hari ini, kita bisa kehilangan banyak peluang untuk mempersiapkan landasan yang kokoh bagi terciptanya cita-cita itu kelak.
Seorang petenis terkenal menceritakan bagaimana ia meraih semua keberuntungan dan kemashyurannya. Ia tidak memfokuskan diri pada bagaimana memenangkan pertandingan, melainkan pada upaya untuk dapat mengembalikan bola lawan dengan baik. Bukankah setiap kali berhasil melakukan ini dengan benar, ia mendapat skor? Dan angka-angka yang terkumpul inilah yang akan membawanya memenangkan pertandingan. Kemenangan yang datang berturut-turut dengan sendirinya membawa ke masyhuran.
Bekerja secara baik dan benar setiap hari akan memberi citra yang positif tentang kemampuan Anda kepada rentang tanggung jawab yang lebih tinggi. Jangan lupa, disebuah organisasi, ukuran keberhasilan menyelesaikan tugas, bukan utamanya terletak pada diri sendiri, tetapi pada standar yang berlaku di perusahaan serta penilaian atasan langsung!
Di sinilah banyak perkerja melakukan kesalahan strategi. Karena merasa sudah melakukan sesuatu dengan benar, tetapi lingkungan ternyata tak miliki pandangan dan penilaian yang sama. Ujugnya tentu saja sakit hati. lalu utnuk memberi maaf dari diri, mulailah kita mengatakan, lingkunganlah yang tidak adil, atau atasan pilih kasih. Padahal, mestinya kita meneliti, kenapa bisa ada perbedaan penilaian. Semua ini akan bermuara pada menurunya motivasi kerja. Hingga tentu saja Anda akan makin jauh dari pencapaian cita-cita kalau motivasi kerja tak terjaga baik.
Cita-cita adalah baterai yang memberi kita energi untuk melakukan pekerjaan sabaik mugkin. Ini mewujud dalam bentuk keinginan dan harapan kita untuk mencapai status tertentu atau memiliki benda penunjang status tadi. Misalnya, rumah atau mobil di masa datang.
Tetapi bila terlalu terpaku pada pemikuran akan jadi apa saya kelak dan mengabaikan tanggung jawab yang harus diselesaikan hari ini, kita bisa kehilangan banyak peluang untuk mempersiapkan landasan yang kokoh bagi terciptanya cita-cita itu kelak.
Seorang petenis terkenal menceritakan bagaimana ia meraih semua keberuntungan dan kemashyurannya. Ia tidak memfokuskan diri pada bagaimana memenangkan pertandingan, melainkan pada upaya untuk dapat mengembalikan bola lawan dengan baik. Bukankah setiap kali berhasil melakukan ini dengan benar, ia mendapat skor? Dan angka-angka yang terkumpul inilah yang akan membawanya memenangkan pertandingan. Kemenangan yang datang berturut-turut dengan sendirinya membawa ke masyhuran.
Bekerja secara baik dan benar setiap hari akan memberi citra yang positif tentang kemampuan Anda kepada rentang tanggung jawab yang lebih tinggi. Jangan lupa, disebuah organisasi, ukuran keberhasilan menyelesaikan tugas, bukan utamanya terletak pada diri sendiri, tetapi pada standar yang berlaku di perusahaan serta penilaian atasan langsung!
Di sinilah banyak perkerja melakukan kesalahan strategi. Karena merasa sudah melakukan sesuatu dengan benar, tetapi lingkungan ternyata tak miliki pandangan dan penilaian yang sama. Ujugnya tentu saja sakit hati. lalu utnuk memberi maaf dari diri, mulailah kita mengatakan, lingkunganlah yang tidak adil, atau atasan pilih kasih. Padahal, mestinya kita meneliti, kenapa bisa ada perbedaan penilaian. Semua ini akan bermuara pada menurunya motivasi kerja. Hingga tentu saja Anda akan makin jauh dari pencapaian cita-cita kalau motivasi kerja tak terjaga baik.
JANGAN TAKUT GAGAL
Rasanya, tak ada orang yang tak pernah membuat kesalahan dalam menyelesaikan pekerjaan. Hanya saja, ada orang yang mau belajar dari kegagalannya, sebagian lagi tidak. Tidak mau belajar bukan karena tak mau mengakui kesalahannya adalah kegagalan. Atau malah sibuk pembenaran terhadap apa yang ia lakukan itu.
Rasanya, tak ada orang yang tak pernah membuat kesalahan dalam menyelesaikan pekerjaan. Hanya saja, ada orang yang mau belajar dari kegagalannya, sebagian lagi tidak. Tidak mau belajar bukan karena tak mau mengakui kesalahannya adalah kegagalan. Atau malah sibuk pembenaran terhadap apa yang ia lakukan itu.
Lagi pula rasa malu yang biasanya menghambat kita untuk belajar lebih jauh, sebenarnya bukanlah sesuatu yang mematikan, bukan? Belum pernah ada orang mati karena malu. hanya saja "rasa"nya itu, lo, yang kadang fatal!
Makin sistematis ritual kerja Anda, makin efesien pula pemanfaatan waktu. Hingga bila kita mengapat tugas yang lebih kompleks di masa datang. Hingga bilakita mendapat tugas yang lebih komplek di masa datang, kita sudah terbiasa bekerja denganritual yang ajek.
Lagi pula kalau mencoba mencari pekerjaan yang benar-benar Anda sukai aspek-aspeknya, pastilah Anda tak akan pernah bekerja sehari pun selama hidup Anda!
Cara Mengatasi Karier yang Mentok
Anda merasa sudah tak bisa lagi menapak jenjang karier yang lebih tinggi di kantor? Jangan khawatir, lakukan saja beberapa saran berikut!
Anda tahu lagu yang populer dibawakan oleh duo Maia and Friend, berjudulEmang Gue Pikirin ? Jangan terburu-buru menyanyikan sepenggal syair lagu itu, yang berarti jangan ambil pusing, jika Anda mengalami situasi kerja yang stagnan, alias sulit melangkah ke jenjang karier yang lebih tinggi lagi.
Karena, untuk urusan yang satu ini sedikit berbeda tentunya. Memang, banyak di antara kita sering dibuat pusing dengan kondisi karier yang mentok. Apalagi, dengan kenaikan harga BBM yang membuat semua harga ikut melonjak, sementara gaji Anda tak mengalami pertambahan secara signifikan. Nah, ujung-ujungnya Anda sibuk menerka-nerka, mengapa ya, kok sudah lama bekerja di perusahaan ini, promosi tak kunjung menghampiri Anda?
Seringkali, karena terlalu dipusingkan dengan hal ini, Anda jadi tak sempat memerhatikan hal-hal lainnya lagi, di luar masalah karier Anda tadi. Anda cenderung terlena dan terbawa suasana kantor, yang tampaknya makin tak kondusif lagi bagi perkembangan diri Anda. Padahal, Anda adalah manusia bebas. Bebas diciptakan untuk mengubah dan menentukan nasib sendiri. Anda pun berhak mengembangkan diri sepenuhnya.
Jadi, daripada pusing menduga-duga tak jelas, berikut ini ada beberapa tips yanga dapat Anda lakukan agar tak terjebak dalam status quo karier yang mentok:
TERBANGLAH SETINGGI RAJAWALI
Karier yang mentok tidak berarti kehidupan Anda akan berakhir. Bangkit dan terbanglah setinggi mungkin karena Anda diciptakan unik dan spesial. Temukan apa yang Anda cintai, misalnya menulis. Jadi, ketika karier mentok, keghiatan menulis akan menjadi ajang eksistensi kemampuan diri, yang tak terbatas hanya pada urusan karier di kantor saja. Siapa tahu, di kemudian hari Anda justru dapat menghasilkan sebuah buku.
Karier yang mentok tidak berarti kehidupan Anda akan berakhir. Bangkit dan terbanglah setinggi mungkin karena Anda diciptakan unik dan spesial. Temukan apa yang Anda cintai, misalnya menulis. Jadi, ketika karier mentok, keghiatan menulis akan menjadi ajang eksistensi kemampuan diri, yang tak terbatas hanya pada urusan karier di kantor saja. Siapa tahu, di kemudian hari Anda justru dapat menghasilkan sebuah buku.
PINDAH KERJA? PIKIR 1000 KALI!
Ketika dedikasi dan sumbangsih Anda yang maksimal kepada perusahaan tak kunjung membuahkan hasil, mungkin banyak dari Anda akan berfikir, mengapa tak pindah kerja saja. Hengkang dari perusahaan memang jalan singkat yang tampaknya akan menyenangkan.
Ketika dedikasi dan sumbangsih Anda yang maksimal kepada perusahaan tak kunjung membuahkan hasil, mungkin banyak dari Anda akan berfikir, mengapa tak pindah kerja saja. Hengkang dari perusahaan memang jalan singkat yang tampaknya akan menyenangkan.
Namun, sebaiknya Anda berfikir 1000 kali sebelum terbakar emosi. Apakah ditempat yang baru Anda akan mendapatkan jaminan peningkatan karier? Atau, mendapat peningkatan pendapatan? Jangan sampai, hanya karena emosi, justru Anda salah melangkah dalam menentukan strategi berkarier.
Jadi, jika diri Anda masih merasa tak berguna karena karier yang mentok, jangan berdiam diri saja. Sekali lagi, segera bangkit, melangkah, dan melihat ke dalam diri. Eksplorasi semua kemampuan diri Anda secara total. Selamat mencoba!
5 Desember 2010
Menabung Bukan Berarti Pelit
Krisis finansial yang terjadi saat ini seharusnya bisa ditanggapi secara positif oleh Anda yang sebenarnya masih mampu hidup dengan layak. Jadikan krisis ini sebagai sinyal bahwa Anda harus mulai hidup hemat dan lebih banyak menabung, untuk memberi kemandirian finansial ketika krisis akhirnya betul-betul terjadi pada Anda.
Namun, ketika Anda sedang mencari cara untuk memotong pengeluaran Anda, jangan biarkan penghematan yang Anda lakukan berjalan terlalu jauh. Anda berusaha membuat pengaturan keuangan yang cerdas, namun Anda masih ingin mengambil keuntungan. Apa yang Anda hemat, ternyata menyebabkan kerugian orang lain. Ada perbedaan antara menerapkan sikap hemat dan pelit, atau irit dan tidak bertanggung jawab. Anda ingin tahu contohnya?
Hemat: Membeli barang-barang yang dibutuhkan saat sale
Pelit: Hanya membeli barang saat sale
Mencari barang-barang yang didiskon bisa jadi cara yang cerdas untuk memenuhi kebutuhan barang sehari-hari, pakaian, dan pada hakekatnya barang-barang lain yang perlu Anda dapatkan dengan budget yang ngepas. Di hipermarket, misalnya, Anda bisa membeli bahan-bahan makanan yang ada dalam daftar promo.
Cara ini menjadi tricky ketika Anda menolak membeli barang-barang yang tidak didiskon. Hal ini bisa mendorong Anda untuk membeli barang-barang yang mungkin lebih murah, padahal sebenarnya tidak Anda butuhkan. Dengan cara ini Anda justru bisa berbelanja lebih banyak daripada yang Anda butuhkan. Nilai barang tersebut seringkali tidak sesuai dengan uang yang Anda keluarkan.
Hemat: Memberi tip sesuai prosentase layanan
Pelit: Tidak pernah memberi tip
Beberapa penyedia jasa layanan seringkali membayar karyawannya dengan gaji yang rendah. Karena itu, karyawan mengharapkan tip dari para pelanggannya. Jika Anda tidak mendapatkan layanan yang layak, memang tidak salah jika Anda enggan meninggalkan tip. Namun, jika Anda tidak pernah memberikan tip meskipun menerima layanan yang memuaskan, coba tanya diri Anda apa sebabnya. Apakah karena Anda menganggap waiter atau penata rambut Anda sudah menerima gaji yang cukup, atau hanya karena Anda tidak mau kehilangan uang?
Hemat: Menyisihkan uang untuk ditabung
Pelit: Menabung semua gaji, dan tak pernah bersenang-senang
Ada orang yang berprinsip menabung sebanyak-banyaknya selagi muda. Tujuannya, misalnya, agar kelak bisa membeli rumah dan pensiun dini untuk menghabiskan waktu lebih banyak bersama keluarga. Atau, traveling dan mengejar impian Anda yang lain. Prinsip seperti ini tentu patut ditiru. Namun, jika Anda menolak untuk membayar biaya reuni karena Anda tidak berniat ikut menikmati hidangannya, atau tak pernah mau memberi sumbangan untuk teman yang sedang terkena musibah, coba tanyakan kembali pada diri Anda: untuk apa Anda menabung. Sebagai manusia yang harus hidup bersosialisasi, tak ada salahnya Anda juga menyisihkan sedikit dana untuk menikmati hidup.
Hemat: Mengambil keuntungan dari penawaran yang baik
Pelit: Hanya mau untungnya saja
Anda tahu kan, ketika bank penerbit kartu kredit memberikan katalog berisi penawaran harga produk yang lebih murah, atau bunga cicilan sebesar 0 persen. Jika Anda sudah mengecek harganya dengan harga di pasaran, dan memang menguntungkan, tentu barang ini layak diburu. Tetapi, Anda bisa dibilang pelit atau tidak bertanggung jawab, bila Anda lalu menolak membayar tagihannya. Atau, Anda menikmati hidangan di restoran yang menawarkan konsep all you can eat, namun diam-diam Anda membagi makanan Anda kepada anak Anda (dan hanya membayar untuk satu orang).
Hemat: Mengambil pake internet dan TV berbayar yang lebih murah
Pelit: Mencurinya dari tetangga Anda
Ada banyak tagihan yang harus dibayar oleh sebuah rumah tangga saat ini: dari air, listrik, telepon, TV berbayar, hingga internet. Jika Anda bisa mengurangi masing-masing pengeluaran tersebut, tentu Anda akan banyak berhemat. Misalnya, mengambil paket langganan TV berbayar yang paling dasar saja. Tetapi, jika Anda memutuskan untuk menghemat pengeluaran, Anda harus berkomitmen untuk hidup tanpa layanan tersebut. Jika Anda berhenti langganan internet, tapi lalu mengambil sambungan melalui sinyal wireless dari tetangga Anda, tentu ini cara-cara yang murahan. Atau, Anda baru pindah ke rumah kontrakan yang baru, lalu mencuri listrik dari tetangga Anda. Ini kebiasaan orang yang tidak bertanggung jawab.
Intinya, jika Anda memotong anggaran Anda habis-habisan sehingga Anda merasa harus memenuhi kebutuhan Anda dengan mengambil keuntungan dari orang lain, itulah tanda-tanda bahwa Anda pelit dan tidak bertanggung jawab. Menyusun budget dan menabung harus dilakukan secara terukur, agar bisa tetap bertahan hidup dengan layak, dan mencapai tujuan finansial yang diinginkan.
Pelit: Hanya membeli barang saat sale
Mencari barang-barang yang didiskon bisa jadi cara yang cerdas untuk memenuhi kebutuhan barang sehari-hari, pakaian, dan pada hakekatnya barang-barang lain yang perlu Anda dapatkan dengan budget yang ngepas. Di hipermarket, misalnya, Anda bisa membeli bahan-bahan makanan yang ada dalam daftar promo.
Cara ini menjadi tricky ketika Anda menolak membeli barang-barang yang tidak didiskon. Hal ini bisa mendorong Anda untuk membeli barang-barang yang mungkin lebih murah, padahal sebenarnya tidak Anda butuhkan. Dengan cara ini Anda justru bisa berbelanja lebih banyak daripada yang Anda butuhkan. Nilai barang tersebut seringkali tidak sesuai dengan uang yang Anda keluarkan.
Hemat: Memberi tip sesuai prosentase layanan
Pelit: Tidak pernah memberi tip
Beberapa penyedia jasa layanan seringkali membayar karyawannya dengan gaji yang rendah. Karena itu, karyawan mengharapkan tip dari para pelanggannya. Jika Anda tidak mendapatkan layanan yang layak, memang tidak salah jika Anda enggan meninggalkan tip. Namun, jika Anda tidak pernah memberikan tip meskipun menerima layanan yang memuaskan, coba tanya diri Anda apa sebabnya. Apakah karena Anda menganggap waiter atau penata rambut Anda sudah menerima gaji yang cukup, atau hanya karena Anda tidak mau kehilangan uang?
Hemat: Menyisihkan uang untuk ditabung
Pelit: Menabung semua gaji, dan tak pernah bersenang-senang
Ada orang yang berprinsip menabung sebanyak-banyaknya selagi muda. Tujuannya, misalnya, agar kelak bisa membeli rumah dan pensiun dini untuk menghabiskan waktu lebih banyak bersama keluarga. Atau, traveling dan mengejar impian Anda yang lain. Prinsip seperti ini tentu patut ditiru. Namun, jika Anda menolak untuk membayar biaya reuni karena Anda tidak berniat ikut menikmati hidangannya, atau tak pernah mau memberi sumbangan untuk teman yang sedang terkena musibah, coba tanyakan kembali pada diri Anda: untuk apa Anda menabung. Sebagai manusia yang harus hidup bersosialisasi, tak ada salahnya Anda juga menyisihkan sedikit dana untuk menikmati hidup.
Hemat: Mengambil keuntungan dari penawaran yang baik
Pelit: Hanya mau untungnya saja
Anda tahu kan, ketika bank penerbit kartu kredit memberikan katalog berisi penawaran harga produk yang lebih murah, atau bunga cicilan sebesar 0 persen. Jika Anda sudah mengecek harganya dengan harga di pasaran, dan memang menguntungkan, tentu barang ini layak diburu. Tetapi, Anda bisa dibilang pelit atau tidak bertanggung jawab, bila Anda lalu menolak membayar tagihannya. Atau, Anda menikmati hidangan di restoran yang menawarkan konsep all you can eat, namun diam-diam Anda membagi makanan Anda kepada anak Anda (dan hanya membayar untuk satu orang).
Hemat: Mengambil pake internet dan TV berbayar yang lebih murah
Pelit: Mencurinya dari tetangga Anda
Ada banyak tagihan yang harus dibayar oleh sebuah rumah tangga saat ini: dari air, listrik, telepon, TV berbayar, hingga internet. Jika Anda bisa mengurangi masing-masing pengeluaran tersebut, tentu Anda akan banyak berhemat. Misalnya, mengambil paket langganan TV berbayar yang paling dasar saja. Tetapi, jika Anda memutuskan untuk menghemat pengeluaran, Anda harus berkomitmen untuk hidup tanpa layanan tersebut. Jika Anda berhenti langganan internet, tapi lalu mengambil sambungan melalui sinyal wireless dari tetangga Anda, tentu ini cara-cara yang murahan. Atau, Anda baru pindah ke rumah kontrakan yang baru, lalu mencuri listrik dari tetangga Anda. Ini kebiasaan orang yang tidak bertanggung jawab.
Intinya, jika Anda memotong anggaran Anda habis-habisan sehingga Anda merasa harus memenuhi kebutuhan Anda dengan mengambil keuntungan dari orang lain, itulah tanda-tanda bahwa Anda pelit dan tidak bertanggung jawab. Menyusun budget dan menabung harus dilakukan secara terukur, agar bisa tetap bertahan hidup dengan layak, dan mencapai tujuan finansial yang diinginkan.
Langganan:
Postingan (Atom)
TIPS MELAMAR KERJA DAN SUKSES KERJA BAGIAN ADMINISTRASI
TIPS MELAMAR KERJA DAN SUKSES KERJA BAGIAN ADMINISTRASI Tentu tidak asing lagi , saat kita mendengar dibutuhkan lowongan dibidang Adminis...
-
TIPS MELAMAR KERJA DAN SUKSES KERJA BAGIAN ADMINISTRASI Tentu tidak asing lagi , saat kita mendengar dibutuhkan lowongan dibidang Adminis...
-
Tidak semua orang mendapatkan kemewahan menikmati kebijakan hari libur yang fleksibel di tempat kerja. Meminta tambahan waktu libur bisa di...
-
Resume atau riwayat singkat yang berisi pengalaman dan ketrampilan yang dimiliki oleh seseorang yang melamar sebuah pekerjaan amatlah menent...