12 Hal Yang Bikin Bos Anda Gila

Ingin tahu apa saja yang bisa bikin bos merasa menyesal karena setuju ketika Anda dengan bangga bilang, “Saya akan menjadi aset di perusahaan ini!”? Well, coba lihat apakah salah satunya pernah Anda lakukan.

Kantor Anda = Sarang Cinta
Tak ada yang bisa bikin level stres si bos naik lebih cepat ketimbang kabar kalau bawahannya terlibat hubungan romantis. Bukan karena ia tak percaya dengan cinta sejati, soulmate, atau apapun itu, namun ketika semua romansa itu berakhir dan yang tersisa adalah tatapan penuh kemarahan, saling memaki, sampai situasi penuh drama ketika Anda cemburu karena si dia terlihat sedang makan siang berdua dengan sekertaris yang tak bisa mengoperasikan mesin faks itu, itulah yang bikin bos trauma.

Berpesta Gila-Gilaan Saat Pergi Keluar Kota
Di otak Anda: Saya sudah bekerja super keras di kantor. Sekarang ketika ada kesempatan dinas di Bali, tak ada salahnya dong mencuri waktu untuk berpesta. Di otak bos: Apa Anda sudah gila? Begini, selagi dalam urusan bisnis, maka kantor itu “mengikuti” ke manapun Anda pergi. “Orang-orang seharusnya ingat kalau saat itu mereka berperan sebagai duta besarnya kantor sehingga harus menjaga sikap,” ujar Charlotte Shelton, International Business Consultant. Lagi pula, bayangkan situasinya kalau ternyata klien Anda berada di bar yang sama, menonton Anda sedang berdansa di atas meja sambil teriak, “Astaga, sudah lama saya tak semabuk ini!”

Reputasi Si Drama Queen

“OH. MY GAWD! Yang benar? Tamatlah riwayat kita!” teriak Anda dengan tangan menekan dada seolah akan pingsan dalam hitungan detik. Mungkin kalimat berikutnya yang keluar dari mulut Anda adalah, “Kalau memang tak ada pilihan lain, kita harus cari solusinya. Pasti bisa!” Masalahnya, kalau imaji yang terus-terusan berputar di benak si bos adalah bayangan mata Anda yang nyaris copot tadi, mungkin yang ada di pikirannya adalah, “Ternyata yang dikatakan orang-orang benar. Ia memang drama queen.”

Curhat di Blog

“Si bodoh itu kembali membuat keputusan yang, well, bodoh! Argh, kenapa orang seperti itu bisa jadi bos sih?” Begitu tulis Rachel di blog pribadinya. Meskipun ia mencantumkan “Si Biru Lucu” sebagai nama samarannya, tapi semua rekan di kantor tahu kalau itu adalah blog milik Rachel. Esok harinya, ia mendapati mejanya sudah bersih dengan note bertuliskan, “Akhirnya saya membuat satu keputusan pintar: You're fired!”

Kemampuan Menulis Yang Buruk
Ternyata kesalahan “kecil” seperti salah ketik atau terkadang penggunaan huruf kapital yang tak benar kerap bikin bos Anda pusing. Bayangkan saja bagaimana bos Anda akan sepenuhnya menaruh perhatian kalau tiap membaca email Anda selalu saja dalam bahasa yang sempurna. Bisa dipastikan email dari Anda itu adalah prioritas baginya untuk dibaca karena alasan yang simpel: Enak dibaca.

Jadi Ms. Ring Ring di Kantor
Satu hal yang ada di benak atasan kalau Anda kerap menggunakan telepon genggam di jam kantor, Anda tengah
mengurusi masalah pribadi. Atau dengan kata lain, Anda tidak sedang mengurusi masalah kerjaan.

Si Bahan Olokan
Masih ingat betapa kesalnya Anda ketika masih duduk di bangku sekolah dan terus-terusan jadi bahan olokan? Lalu apakah itu terulang kembali meski kini Anda sudah menjabat sebagai public relation officer di sebuah perusahaan besar? Hati-hati, sebenarnya atasan memerhatikan bagaimana Anda bereaksi ketika tengah “ditindas” oleh kolega yang lain. Apakah dengan tegas mengatakan tak suka perbuatan mereka, atau justru menangis tersedu-sedu. Dan sekali Anda jadi “target”, maka biasanya itu akan terulang kembali. “Bos biasanya berpikir kalau mereka melindungi Anda sekali, maka besar kemungkinan mereka harus melindungi Anda lagi nantinya,” ujar Anita. Ingat, dia adalah bos, bukan ibu Anda.

Salah Kuadrat
Salah itu biasa. Tapi profesionalitas Anda sebenarnya justru dilihat dari bagaimana Anda menangani masalah itu. Kalau reaksi Anda adalah mengeluh, menangis, atau mungkin mengutuk klien atau si sekertaris baru karena tak kunjung bisa mengirimkan faks tepat waktu, maka sudah pasti Anda akan dinilai tak punya jiwa kepemimpinan.

Percaya Diri... Sekali!
“Heran, kenapa supervisor saya justru memberikan tugas itu ke Chandra, ya? Padahal pekerjaannya sangat payah! Harusnya saya yang mendapatkan tugas itu. Coba saja lihat, pekerjaan saya selalu sempurna selama ini. Kalau tidak ada saya, tak mungkin perusahaan ini jadi seperti sekarang!” kata Reva berapi-api. Mungkin alasan atasan tak mau memberikan tugas itu pada Anda lantaran tak tahan dengan cerita betapa suksesnya Anda membuat gebrakan brilian buat perusahaan selama berminggu-minggu ke depan.

"Tak Perlu Ditulis. Ingat Kok!"
Saat rapat, atasan menceritakan panjang lebar tentang target yang harus dicapai bulan ini. Karena yakin dengan ingatan yang super tajam, maka Anda memutuskan untuk tidak mencatatnya. Lalu setelah rapat berakhir, atasan menyuruh Anda untuk memberi kesimpulan. Akhirnya, kesimpulan yang keluar dari mulut Anda adalah, “Saya...eerr...*berhenti sebentar*... kalau tidak salah....”

"Pokoknya Minta Naik Gaji!"
Kira-kira, kenapa Anda layak meminta kenaikan gaji? Apakah karena:
- Anda datang ke kantor setiap hari sedangkan yang lain tidak?
- Anda butuh tambahan pemasukan untuk membayar cicilan rumah yang ada kolam renangnya?
- Akan jadi pemicu semangat bekerja yang baik?
- Anda duduk di kursi (baca: kursi. Bukan “kedudukan”) yang dulu miliknya, jadi merasa harus mendapatkan gaji yang sama dengannya?
Kalau Anda menjawab “ya” dari salah satu saja opsi di atas, berarti lupakan rencana minta kenaikan gaji itu, Teman.

Wawasan Sempit
Suatu siang Anda diajak bos untuk lunch meeting dengan klien. Ketika suasana sedang santai, semua orang mulai berbicara tentang kisruhnya kasus Bank Century dan saling melemparkan pendapat. Semua, kecuali Anda.
Read the rest of this entry »

Pantaskah Pekerjaan Jadi Beban?

Hanya ingin mengingatkan, kalau semua gerutu Anda saat bekerja bisa dibilang berlebihan. Ya, berlebihan!
  • “Saya Mulai Bosan!” Ketahuilah kalau rasa bosan ini bisa jadi hanya muncul sesaat saja. Untuk itu, selingi kebosanan saat bekerja dengan melakukan berbagai kegiatan di luar pekerjaan. Semisal, menawarkan diri menjadivolunteer untuk acara outing kantor. Pikiran pun bisa kembali segar saat mulai bekerja.
  • “Bekerja Bikin Saya Stres!” Mungkin Anda termasuk tipe yang perfeksionis. Memang baik jika Anda memiliki standar yang tinggi dalam bekerja, namun tetap jangan abaikan risiko. Besar atau kecil, fatal atau tidak, Anda harus memiliki back-up plan untuk menghadapinya.
  • “Bekerja Buang-Buang Waktu Saja!” Pikirkan matang-matang, inikah pekerjaan yang Anda inginkan? Sebab, bila Anda bergairah menjalani pekerjaan yang sesuai dengan keinginan, pasti Anda bisa mengimbalinya dengan setimpal pula, baik soal waktu dan tenaga.
Read the rest of this entry »

Praktis Dalam Genggaman

Anda belum punya fasilitas mobile banking? Segera cari tahu mengapa Anda harus memilikinya sekarang juga!

Mudah mengecek saldo.
Ya, untuk sekadar mengecek apakah gaji sudah masuk ke dalam rekening, Anda tak perlu lagi jauh-jauh ke ATM dan menghabiskan waktu mengantre di sana. Tinggal buka ponsel, dan informasi pun dapat Anda akses dengan cepat. Ini zaman modern, darling!Saatnya Anda menghabiskan waktu untuk hal-hal yang lebih penting.

Transfer uang tanpa repot.
Mengantre panjang di bank hanya untuk transfer uang? Buang-buang waktu saja! Akan lebih praktis jika Anda melakukannya melalui ponsel. SMS notifikasi dari pihak bank bahwa uang Anda telah terkirim pun kini dapat menjadi bukti otentik pembayaran layaknya kertas slip yang biasa dikeluarkan oleh bank atau mesin ATM.

Isi ulang pulsa dengan mudah.

Pulsa habis di tengah malam? Kini, Anda tak perlu berkeliling kota untuk mencari toko pulsa elektrik yang masih buka. Asal saldo tabungan mencukupi, ponsel Anda pun dapat langsung diisi pulsa. Semua itu bisa Anda lakukan jika memiliki fasilitas serba ajaib ini. Miliki mobile banking sekarang, ya!
Read the rest of this entry »

Tak Ada Istilah Kantong Kering

Uang habis sebelum tanggal gajian menunjukkan bahwa Anda memiliki manajemen keuangan yang buruk.

Ini adalah masalah klasik yang dihadapi oleh hampir tiap orang di dunia. Penyebabnya? Tentu karena ketidakmampuan dalam mengelola keuangan. Enyahkan segera!


Patuhi Rencana Keuangan
Setelah menerima gaji, Anda langsung membuat daftar pengeluaran. Tapi apakah Anda menaatinya? Tidak. Mulai sekarang, tentukan sanksi jika Anda melanggar daftar tersebut. Misalnya, Anda harus berhenti makan malam di resto selama dua minggu. Anda akan jadi lebih disiplin!
Dirikan “ATM” Pribadi
Mesin ATM Anda tak memiliki mulut yang bisa mengoceh jika Anda terlalu sering mengambil uang? Ada solusinya! Titipkan uang Anda kepada pasangan atau teman yang dapat dipercaya. Lalu, minta mereka untuk memarahi Anda jika Anda sudah kelewat sering “menarik” uang.
Ikut Arisan Jika menabung sudah jadi kegagalan besar bagi Anda, beralihlah ke arisan! Arisan merupakan salah satu bentuk “tabungan” yang sangatfun. Jika sudah begini, takkan ada “kantong kering” dalam kamus Anda.
Read the rest of this entry »

Rekening-Rekening Penyelamat

Buang istilah “pengeluaran tak terduga” dan “kantong kering tiba-tiba”. Ini hidup, darling!Semua ada solusinya.
Si Tukang Belanja
Tiba-tiba ada great sale? Jangan jadikan ini sebagai pengeluaran tak terduga. Mulai sekarang, Anda harus punya rekening khusus untuk shopping. Jadi, Anda bebas memakai rekening itu tiap kali ingin belanja tanpa merasa berdosa. Namun saat uang di rekening itu habis... itulah cara terampuh untuk mengurangi pengeluaran. Tak boleh ada transfer antarrekening, ya!
Mobilku Oh Mobilku...
Tiba-tiba aki mobil Anda rusak? Ini juga tak boleh menjadi pengeluaran mendadak sampai bikin Anda stres. Miliki rekening pengeluaran bulanan mulai sekarang! Saat ada hal-hal seperti ini, pengeluaran itu takkan mengganggubudget.
Trouble at Home
Saat barang-barang elektronik Anda rusak dalam waktu bersamaan, segera keluarkan uang dari rekening pengeluaran tahunan Anda. Rekening pengeluaran tahunan ini dapat diisi dengan uang yang terkumpul dari sisa rekening bulanan yang tak terpakai. 
Read the rest of this entry »

Menjadi Primadona di Tempat Kerja

Untuk bisa jadi pusat perhatian tentunya tak luput dari rasa percaya diri yang tinggi. 

Pertama, Anda tak perlu jadi orang lain apalagi sampai berbohong agar bisa mencuri perhatian. Setiap orang pasti memiliki sisi unik masing-masing. Nah, sudah saatnya untuk mengeluarkan semua sisi unik Anda itu. Namun tetap dalam batas kewajaran dan tak berlebihan, ya! Kedua, speak up your mind! Awali dengan pemikiran positif dan penuh keyakinan, lalu kemukakan semua pendapat Anda. Cetuskan ide-ide gemilang dan jangan biasakan diri hanya diam dan menunggu. Terakhir, penampilan menarik. Menggunakan padu padan busana yang sarat gaya pasti mampu buat semua mata tertuju pada Anda. Oh ya, tatanan rambut juga tetap perlu diperhatikan, lho! Anda tak mungkin datang ke kantor dengan rambut lepek dan penuh minyak, kan?
Read the rest of this entry »