Tampilkan postingan dengan label negosiasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label negosiasi. Tampilkan semua postingan

Apa Yang Diukur Oleh Psikotes?


Sebenarnya apa, sih, yang dilihat perusahaan dari psikotes? Lalu, sejauh mana psikotes mempengaruhi keputusan perusahaan untuk merekrut kita?

Psikotes atau yang istilah kerennya disebut psychologicalassessment merupakanproses pengumpulan dan pengintegrasian data individu dengan tujuan melakukan evaluasi psikologis. Proses ini menggunakan alat bantuseperti tes, wawancara, studi kasus, observasi, dan prosedurpengukuran lain.
Jikadikaitkan dengan tujuan seleksi pekerjaan, psikotes merupakan prosesuntuk melihat apakah ada kesesuaian dari karakter individu denganpersyaratan jabatan atau pekerjaan. Sehingga nantinya pelamar yangditerima memang merupakan orang yang paling tepat dengan jabatanatau pekerjaan yang dituju. Istilahnya: theright man in the right place.

Misalnya untuk posisi accounting,perusahaanakan mencari individu yang memiliki tingkat ketelitian kerja dan dayatahan tinggi. Sementara untuk posisi marketing,perusahaanakan mencari individu yang menyukai kerja lapangan, suka bertemuorang lain, suka tantangan, motivasi kerja tinggi, dan memilikiinisiatif kerja yang baik.
Jadibagi kita yang cenderung introvert,nggakusah heran, deh, kalau gagal terus pas melamar posisi marketing.Karakterkita nggak sesuai dengan karakter pekerjaan, sih....

Apayang diukur?
Ada tiga hal utama yang digali dari individu saatpsikotes, yaitu:

Aspek kemampuan
Misalnyakemampuan analitis dan sintesis (daya nalar) dalam pemecahan masalah,kemampuan hitungan, pengetahuan umum, dll.

Aspek sikap kerja
Misalnyakecepatan kerja, ketelitian, daya tahan terhadap tekanan (stres),ketekunan, keteraturan dalam bekerja, dll.

Aspek kepribadian
Misalnyakepemimpinan, kerjasama, kematangan emosi, kepercayaan diri,penyesuaian diri, keterampilan interpersonal, motivasi, dll.

Kenapa tesnya berbeda-beda?
Adabanyak variasi alat tes. Tentunya, masing-masing alat tes mengukursuatu hal yang spesifik. Psikolog atau biro psikologi akanmenggunakan alat tes yang dirasa sesuai kebutuhan. Karena itu, tiapperusahaan bisa menggunakan kombinasi alat tes yang berbeda.

Hal tersebut merupakan sesuatu yang wajar, karena bisasaja jobrequirementyang dibutuhkan berbeda meski jabatannya sama. Misalnya,kompetensi yang dibutuhkan manajer HRD di perusahaan media berbedadengan manajer HRD di perusahaan minyak.

Selain itu, standar yang dibutuhkan setiap perusahaan juga berbeda.Contohnya, nih, nilai 7 pada aspek kepemimpinan di perusahaan Xdianggap cukup untuk menjalani tugas sebagai manager. Sementara diperusahaan Y, standar minimal untuk menjadi manager adalah nilai 8.

Biasanya,perbedaan tersebut juga dipengaruhi karakteristik dan budayaperusahaan. Antara perusahaan lokal vs multinasional, perusahaan kotakecil vs kota besar, maupun perusahaan industri vs jasa, kebutuhannyatentu berbeda, dong. Karena itu, kombinasi psikotesnya pun berbeda.
Read the rest of this entry »

Trik Agar Disukai Pewawancara


Ada beberapa cara membuat pewawancara jatuh hatipada kita:


Kadar senyum: pas!
Benar,bersikap ramah dan pasang tampang bersahabat itu perlu, tapi bukanberarti kita malah mengobral senyum selama wawancara berlangsung.Selain menunjukkan grogi dan kurangnya rasa pede, kebanyakan senyumjuga membuat pewawancara menilai kita 'palsu'—masa, sih, tetapsenyum saat lagi dipaparkan beratnya jobdescription posisiyang kita lamar.
Intinya,senyumlah di saat yang tepat, misalnya saat pewawancara ngajakbercanda.


Stop mengisi jeda
Ditengah-tengah wawancara, kadang suka ada jeda kosong di mana kita danpewawancara sama-sama diam nggak bersuara, misalnya saat pewawancaralagi mengecek CV. Rasanya memang kurang nyaman—bikin salting gitu,deh. Tapi, nggak perlu merasa berkewajiban mengisi jeda itu denganobrolan, apalagi bila topiknya nggak mutu dan terkesan basa-basi.
Jikamemang nggak tahan untuk cuap-cuap, pilih topik serius danberhubungan dengan bidang pekerjaan yang dilamar.


Nggak keringetan
Percumakita sudah dandan cantik dan berpenampilan rapi jika saat wawancaramalah heboh menghapus keringat di jidat. Ingat, perusahaan mencarikaryawan, bukan personaltrainer—kecualimelamarnya ke fitnesscenter.
Read the rest of this entry »

Cara Menolak Mutasi

Anda termasuk yang ingin menolak mutasi? Bisa-bisa saja, asal alasannya masuk akal dan meyakinkan, seperti:
  • Saya kurang berpengalaman...”

Ini hanya berlaku bagi kita yang dimutasi untuk memegang posisi dan tanggung jawab lebih tinggi di tempat baru. Kasih alasan bila kitamerasa belum cukup pengalaman untuk mengemban tugas tersebut dan masih banyak hal yang perlu kita pelajari di kantor sekarang.
Biasanya, sih, atasan lebih mudah menerima jika alasan kita berhubungan dengan kinerja, dibanding alasan yang sifatnya pribadi seperti nggak berani pindah sendirian ke kota lain.

  • Saya harus menjaga ortu.”

Jika ortu lagi sakit, utarakan saja. Katakan pada atasan atau HRD, bahwa kita adalah orang yang diandalkan di rumah untuk merawat ortu, membeli obat, mengantar ke rumah sakit, dan lainnya.
Sebaliknya jika ortu sehat, ya, jangan diaku-aku sedang sakit (nanti malah kejadian, ah). Mending, utarakan bahwa ortu sudah tua dan kita takut terjadi apa-apa jika meninggalkan mereka berdua saja di rumah—jangan lupa ngibul, seolah semua kakak-adik kita ada di luar kota.

  • Saya mau menikah!”

Syaratnya: orang-orang kantor tahu bahwa kita memang punya pacar—syukur-syukur si dia memang sudah melamar atau setidaknya ada niat serius. Jika atasan bertanya kapan tanggal pernikahannya, bilang saja masih dibicarakan oleh pihak keluarga.
Read the rest of this entry »

Tips Wawancara untuk Lolos Melamar Pekerjaan


Dalam proses seleksi melamar pekerjaan, wawancara sering kali dianggap mudah. Namun dalam sesi wawancara beberapa orang gagal mendapatkan pekerjaan yang didambakannya. Untuk itu sesi wawancara harus dipersiapkan dengan sunguh-sungguh.
Berikut tips rahasia sukses wawancara saat melamar pekerjaan;
1. Berapa gaji yang Anda minta?
Jawab: Sebutkan gaji yang besarnya realistis. Lihat mata pewawancara, sebutkan jumlah, dan berhentilah bicara. Jangan bohong tentang gaji yang Anda terima di kantor sebelumnya, bila Anda sudah bekerja. Bila Anda merasa bahwa gaji Anda di kantor yang sekarang terlalu kecil, berikan penjelasan.
2. Apa kelebihan utama Anda?
Jawab: Pilih potensi Anda yang relevan dengan bidang pekerjaan yang Anda lamar. Hindari respons yang generik seperti pengakuan bahwa Anda pekerja keras. Lebih baik, berikan respons berupa, “Saya selalu diperbudak daftar pekerjaan yang saya buat sendiri. Sebab, saya tidak mau pulang sebelum pekerjaan di kantor beres semua.”
3. Apa kekurangan Anda yang paling jelas?
Jawab: Jangan bilang Anda seorang perfeksionis (menunjukkan bahwa Anda sombong). Lebih baik, jujur saja dan sebutkan kelemahan yang kongkret. Misalnya, Anda lemah menghitung di luar kepala, dan karenanya Anda mengatasinya dengan membawa kalkulator. Tapi, kemudian, susul dengan kelebihan Anda.
4. Di mana Anda melihat diri Anda lima tahun lagi?
Jawab: Gambarkan posisi yang realistis. Kira-kira dua-tiga posisi di atas posisi yang Anda lamar sekarang. Jangan sertakan cita-cita yang tak ada hubungannya dengan lamaran pekerjaan Anda, misalnya, ingin jadi bintang sinetron atau jadi novelis. Sebab, Anda akan tampak tidak fokus.
5. Mengapa Anda ingin meninggalkan kantor yang lama?
Jawab: Jangan sampai mengemukakan hal yang negatif. Kalau kenyataannya begitu, ucapkan dalam kalimat ‘positif’, misalnya bahwa Anda tidak melihat ada ‘ruang’ di mana Anda bisa berkembang. Lalu, jelaskan mengapa Anda menganggap bahwa pekerjaan di kantor baru ini memberi kesempatan yang lebih baik.
6. Adakah contoh kegagalan Anda?
Jawab: Ungkapkan kegagalan yang pernah Anda alami, tapi yang sudah terpenuhi solusinya. Supaya, pewawancara tahu bahwa Anda punya usaha untuk mengatasi masalah
7. Apakah Anda punya pertanyaan?
Jawab: Berikan paling sedikit dua pertanyaan yang terfokus pada kantor baru ini. Misalnya, Anda bertanya apakah kantor ini sudah punya website. Atau, bisa juga Anda mempertanyakan kehadiran CEO yang Anda tahu baru saja diangkat – apakah membuat kinerja perusahaan semakin baik, dan semacamnya. Jangan bertanya tentang kepentingan Anda sendiri, misalnya, apakah karir Anda akan berkembang di sana.

Apa yang menjadikan seseorang selalu sukses untuk menggapai impiannya? Tampil beda dan memiliki keunggulan komperatif mungkin salah satu yang menjadikan Anda selalu berada di dalam posisi terdepan!

Termasuk dalam meraih karier dan mengungguli orang lain dalam mencari pekerjaan yang sesuai. Ada beberapa trik atau strategi yang perlu disiapkan agar Anda sukses dalam melewati tahapan untuk mengejar karier yang diidam-idamkan.
Modal nekat saja, pasti tak cukup.. Di sini juga anda bisa menemukan beberapa lowongan kerja yang mungkin tak ada salahnya jika anda mencobanya. 
Read the rest of this entry »

Sudahkah Anda Memiliki Inteligensi Kolektif?


Seorang teman yang bertanggung jawab menangani divisi sumber daya manusia di sebuah universitas, mengeluhkan betapa para ilmuwan, dosen, bahkan profesor, sangat sulit bekerja sama. Teman lain, yang bekerja di rumah sakit, ternyata mempunyai keluhan yang sama.
Di satu sisi organisasi berjuang keras untuk mendapatkan individu terbaik dan terpintar, namun di sisi lain saat orang-orang pintar ini berkumpul, proses diskusi malah menjadi lebih alot dan bahkan bisa tidak menghasilkan apa-apa. Bukankah kita memang sering merasakan bahwa kerja tim malahan bisa jadi tidak lancar bila beranggotakan orang-orang pintar?
Dalam kesebelasan sepak bola, kumpulan para bintang bisa tidak membentuk tim yang hebat. Tim elit top manajemen perusahaan yang berisi orang-orang pintar pun seringkali punya masalah untuk bersinergi. Bukankah tim Obama juga disebut sebagai “too many brains team”, namun kerap dikritik karena lamban dalam mengambil keputusan? Bagaimana kita menyikapi dan menyiasati hal ini?

Usaha untuk memperkuat koordinasi, menebalkan kohesi serta sinergi terus-menerus kita dengar dan bicarakan. Berbagai program pelatihan, camp dan outbound dilakukan agar individu lebih bersatu dan saling memahami satu sama lain. Namun, tetap banyak yang mengeluhkan betapa sinergi tetap saja seolah tertahan dan tidak terjadi.
Tidak jarang terjadi, dalam sesi-sesi brainstorming yang dilakukan orang-orang pintar, ide-ide yang muncul seringkali terasa tertahan dan bahkan basi. Kinerja kolektif yang di atas kertas semestinya lebih baik dari rata-rata kehebatan masing-masing individu, malahan berkinerja di bawah rata-rata. Sebaliknya, ada kelompok yang anggotanya biasa-biasa saja, namun ketika membentuk tim malah bisa menghasilkan prestasi luar biasa yang bahkan membuat kejutan bagi anggotanya sendiri.
Apa rahasianya sehingga sebuah tim, apalagi tim yang terdiri atas para bintang, bisa menunjukkan kinerja kinclong dan smart? Bagaimana menumbuhkan kekuatan “collective intelligence” yang disebut-sebut bisa melipatgandakan prestasi dan menjadi faktor kunci dari keberhasilan suatu tim dan organisasi?

Kolaborasi dan peduli

Dalam sebuah penelitian ditemukan bahwa kinerja sebuah kelompok dalam membuat tugas semacam puzzle,brainstorming, dan negosiasi, lebih baik daripada hasil kerja masing-masing individunya. Ketika diteliti lebih jauh, ternyata kekuatan yang dihasilkan oleh kelompok tidak banyak kaitannya dengan kohesi, kedekatan interpersonal, motivasi, maupun kepuasan individu, namun lebih dipengaruhi faktor care atau kepedulian. Setiap individu tidak hanya peduli pada keberhasilan tugas dan peran pribadinya, namun ingin rekannya juga berhasil. Bila kegiatan team-building dan outbound yang dilakukan baru semata mempererat kohesi, merekatkan hubungan interpersonal kelompok, namun belum menyentuh suasana hati dan ego dari masing-masing individu, kita tidak bisa berharap banyak bahwa kegiatan itu akan betul-betul bisa membawa dampak positif sekembalinya mereka ke tempat kerja.

Orang-orang yang cerdas dan berprestasi kita lihat mempunyai kemauan yang keras. Selain itu, individunya juga sangat percaya pada prinsip dan pendapatnya sendiri. Ini adalah kekuatan, namun sekaligus berpotensi menjadi sumber perpecahan dalam kelompok. Hanya bila individu menyadari kekuatan dan peran dirinya, sambil melihat kekuatan dan peran orang lain, kemudian terbuka mata dan pikirannya untuk berkolaborasi mencapai tujuan bersama, barulah bisa timbul percikan sinergi. Kuncinya adalah kesadaran bahwa tidak ada anggota tim yang bisa sukses tanpa memastikan kesuksesan orang lain. Jadi tugas kita adalah membuat orang lain bisa melakukan perannya dengan baik dan membuat orang lain terlihat baik, bukan malah menjatuhkannya. Ini tentu keyakinan yang perlu dibangun dengan fokus pada tujuan bersama dan keberhasilan bersama.

Terobos dinding ego
Dalam suatu perusahaan, individu-individu yang berkinerja bagus dipromosikan menjadi direksi. Di luar dugaan, tim yang tadinya solid ini malahan tiba-tiba tidak menghasilkan kinerja yang cemerlang lagi. Walaupun tidak berkonflik terbuka, terasa hubungan menjadi dingin dan setiap individu terkesan tetap bersikeras dengan gaya dan keahlian masing-masing. Suasana terasa hambar, bahkan enggan berkomunikasi satu sama lain. Ketika tim menemui jalan buntu dan akhirnya masing-masing berkesempatan membuka hati, barulah hubungan mencair dan komunikasi menjadi lebih tulus untuk bersatu dan menolong satu sama lain. Ternyata, individu yang berprestasi pun perlu juga digelitik kepekaan sosialnya, sehingga kembali bisa melihat lebih obyektif dan lebih mampu mendengar lebih aktif.

Teman saya berkomentar, “Orang-orang pintar, biasanya egonya juga sama-sama kuat.” Benarkah ini? Kita memang kerap melihat bahwa kerasnya ego individu bahkan mewarnai berbagai konflik skala nasional yang disorot media, entah itu kisruh PSSI, perseteruan anggota dewan yang terhormat, atau juga di jajaran kabinet. Bisa jadi, karena ego pribadi masih mendominasi, collective intelligence jadi sulit terwujud.
Dari sinilah kita bisa melihat bahwa individu yang inteligen belum tentu bisa membangun inteligensi kolektif. Individu yang mampu menumbuhkan inteligensi kolektif biasanya menjaga kepekaannya, banyak memperhatikan kebutuhan orang lain, berusaha tidak mendominasi pembicaraan walaupun sebenarnya ahli dalam topik pembicaraannya, sambil benar-benar mendekatkan hatinya dengan tim.

Dengan individu-individu yang berprestasi, dialog satu sama lain sangat penting, baik itu formal dan informal. Perlu ada keterbukaan yang tulus. Kita bisa membicarakan tugas atau proyek tertentu, tetapi spirit untuk menjaga kebersamaan perlu berakar di dasar kepribadian individu. Kita tidak bisa lagi memandang aspek emosional sebagai aspek penghambat prestasi. Justru pada orang yang sudah berprestasi, aspek emosilah yang mempengaruhi mental dan spiritnya. Itulah sebabnya pemimpin dari kelompok berprestasi ini selalu menggunakan pendekatan kembar, yaitu tugas dan hubungan interpersonal. Hanya melalui pendekatan yang dalam inilah trust bisa dikembangkan, berdampingan dengan good-will organisasi.
Read the rest of this entry »

Cara Agar Presentasi Mampu Memikat Audience


Presentasi menjadi hal yang menakutkan bagi sebagian orang. Dasar masalahnya adalah pada ketidakmampuan melakukan public speaking, ditambah dengan penguasaan materi yang kurang atau ketidaksiapan dalam menyusun bahan presentasi itu sendiri. Padahal, presentasi dapat berjalan efektif selama Anda mempersiapkannya dengan matang. Berikut adalah langkah-langkah menyiapkan presentasi:

1. Persiapan dapat dimulai dengan mengenali audience yang akan menyimak presentasi Anda. Mengenali audience dapat membantu Anda menyiapkan bentuk komunikasi yang akan Anda pilih untuk menyampaikan pesan.

2. Setelah itu, pikirkan poin-poin paling penting yang wajib Anda sampaikan kepada audience. Masukkan poin-poin tersebut ke dalam slide presentasi, dan imbangi dengan visual seperti gambar atau video. Perlu diingat, sampaikan hanya satu ide untuk satu slide presentasi agar audiencefokus pada poin yang ingin Anda tekankan.
Dalam satu slide, tampilkan maksimum 7 sampai 8 kalimat saja. Semakin sedikit teks, maka akan semakin menarik presentasi Anda. Gunakan ukuran atau jenis huruf yang berbeda jika Anda ingin audience mengingat pesan yang menurut Anda penting.

3. Persiapan juga bisa dilanjutkan dengan mengatur waktu presentasi sesuai dengan waktu yang disediakan oleh klien, atau oleh panitia jika presentasi berbentuk lomba. Bagi waktu dengan baik untuk menyiapkan alat-alat pendukung, waktu untuk memperkenalkan diri, waktu untuk inti presentasi, dan waktu untuk sesi tanya-jawab.

4. Jangan lupa untuk membuka presentasi dengan memperkenalkan diri dan menutup presentasi denganmenyampaikan kesimpulan. Kata-kata untuk pembuka dan penutup presentasi ini juga harus disiapkan. Inti dari presentasi adalah menjual. Apakah menjual produk, konsep, ide, atau bahkan diri Anda sendiri. Maksud menjual di sini adalah bahwa presentasi membantu Anda memperkenalkan diri Anda, produk, dan ide, kepada calon investor ataupun klien agar tertarik untuk bekerja sama.

Dalam hal percaya diri, Tjandra menyarankan agar hadir 15 menit sebelum presentasi agar dapat mempersiapkan alat dan bahan presentasi dengan baik, sehingga tidak terburu-buru saat akan tampil. Persiapkan segala pendukung presentasi selengkap mungkin untuk memperkecil resiko kesalahan yang bersifat teknis seperti listrik mati, slidemacet, dan lain sebagainya.

"Saat kita merasa siap, rasa gugup itu akan hilang sedikit demi sedikit saat kita sudah mulai berbicara," jelas Tjandra.
Tjandra juga menyarankan agar presenter tidak berdiri menghalangi cahaya yang menerangi slide presentasi. Presenter juga harus memegang pengeras suara dengan benar sehingga suara yang keluar jelas terdengar.
"Tempatkan mic di depan mulut, jangan di samping! Mic itu memperbesar suara dari tengah, bukan dari samping," tegasnya.

Selain itu, mempersiapkan catatan-catatan pendukung berguna untuk memperkecil resiko "blank" saat presentasi berlangsung. Catatan-catatan kecil dalam genggaman tangan bisa membantu untuk mengingatkan ketika mendadak lupa pada materi presentasi karena gugup atau karena konsentrasi terpecah.
Terakhir, jangan gunakan pakaian atau perhiasan berlebihan yang membuat orang lebih fokus melihat penampilan Anda ketimbang materi presentasi Anda. 
Read the rest of this entry »

Kiat Mengelola Stress


Stress dapat etrjadi pada siapa saja dan juga pada apa saja.bukan hanya manusia,tanaman juga binatang. Stress tidak bisa dihilangkan tapi dapat dikelola sehingga tidak mengakibatkan dampak yg buruk pada tubuh kita.Adapun cara mengelola stress antara lain:

1.mencari pusat daripada stress
dalam hal ini setiap stress pasti ada pemicunya, anda harus kenali dulu apa penyebab dari stress anda.misalnya pekerjaan, rutinitas hidup ato apa saja

2.Coba cari jalan keluar dan lakukan tindakan apa yg membuat anda stress.kalau permasalahannya tidak bisa diselesaikan begitu saja dan mengganggu pikiran anda,berusahalah berhenti sejenak memikirkannya, alihkan pikiran dengan hal yg anda sukai,misalnya dengan melakukan aktivisat ataupun makan makanan kesukaan sehingga pikiran anda bisa relax sejenak.

3.anda bisa melakukan olahraga ato sekedar joging di pantai sehingga pandangan mata anda bisa tertuju pada indahnya pantai ataupun udara yg sejuk.

4.kalau daerah anda jauh dari pantai anda bisa melakukan meditasi dirumah,duduklah dengan tenang dalam ruangan yg sepi,biarkan pikiran yg membuat anda stress sejenak dalam pikiran anda namun rasakan pikiran2 ataupun hal2 yg membuat anda stress itu bergerak dari arah kiri kepala anda menuju arah kanan sampai anda merasakan pikiran anda benar2 kosong,lalu tariklah nafas perlahan2 dan juga bayangkan hal2 yg indah yg anda sukai,rasakan udara yg mengalir disekitar anda selama beberapa menit......bukalah mata anda.maka anda akan merasa lebih baik

5.cobalah anda berendam dengan rebusan air daun sirih yg dicampur dengan sedikit garam.kalo bisa lakukan ini sebelum anda tidur dan nyalakan lilin aromatheraphy lavender atau dupa wangi lavender untuk menenangkan pikiran stress anda.
hal-hal kecil diatas bisa anda lakukan sendiri dan dengan waktu yg singkat,saya yakin setelah bangun tiduk keesokan harinya, anda akan merasa lebih segar dan tenang sehingga anda bisa menjalani aktivitas rutin seperti biasa dan bisa lebih jernih untuk mencari jalan keluar dari masalah yg anda hadapi
Read the rest of this entry »

10 Orang yang Anda Butuhkan dalam Jejaring


 Apabila ditanya apa yang paling penting dilakukan untuk mencapai kesuksesan karier, saat ini Anda pasti akan menjawab: dengan memiliki jejaring yang luas. Dengan jejaring, Anda akan mampu bertahan dalam karier. Namun, siapa, atau orang seperti apa, yang seharusnya Anda pilih masuk dalam network Anda?
Anda boleh saja memiliki tipe manusia apa saja untuk dikelompokkan ke dalam jejaring. Namun, Anda perlu memastikan bahwa Anda membangun jejaring yang beragam, dengan menambahkan orang-orang dari industri yang berbeda, latar belakang, kelompok usia, kelompok etnis, dan lain sebagainya. Membangun jejaring hanya dari orang-orang di bidang Anda atau fokus bisnis Anda hanya akan membatasi peluang-peluang pada masa depan.

Nah, mulai sekarang, evaluasi siapa yang ada dalam jejaring Anda, dan pastikan 10 tipe orang di bawah ini ada di dalamnya. 

1.  Mentor. Orang yang menempati posisi ini biasanya yang telah mencapai tingkat kesuksesan yang juga ingin Anda miliki. Anda bisa belajar dari pengalaman mereka, baik melalui kesuksesan maupun kesalahan-kesalahan yang pernah mereka lakukan. Hubungan ini akan memberikan perspektif yang unik karena mereka telah mengetahui jatuh-bangun yang sudah Anda lalui, dan menyaksikan bagaimana Anda berkembang.
2. Pelatih. Mereka ini selalu membantu Anda dengan keputusan-keputusan yang kritis, dan menawarkan pandangan yang obyektif tanpa pamrih. Anda pun tak sungkan selalu mengunjunginya setiap kali Anda mengalami kesusahan ataupun kegembiraan untuk dibagi.

3. Orang dalam di industri. Anda memilih orang yang memiliki akses di industri yang Anda dalami, dan mempunyai informasi yang dapat dipercaya. Anda akan selalu menerima informasi-informasi terbaru mengenai apa yang sedanghappening saat ini, dan apa yang akan menjadi tren dalam beberapa bulan ke depan.

4. "Trendsetter". Inilah sosok di luar bidang yang Anda tekuni, tetapi selalu memiliki informasi terbaru mengenai apa pun, yang bisa saja menarik bagi Anda. Orang ini perlu dimasukkan ke dalam jejaring Anda untuk menemukan koneksi yang memacu inovasi melalui cara yang tidak konvensional. Memiliki sosok ini juga akan membuat obrolan Anda semakin menarik.
5. Penghubung. Mereka memiliki akses ke sumber-sumber penting ataupun informasi yang biasanya Anda butuhkan. Mereka punya acara yang unik untuk menciptakan hubungan dan menemukan peluang yang dicari oleh banyak orang. Apabila mereka menemukan informasi yang dirasa berguna bagi Anda, mereka tak ragu mengirimkannya melalui e-mail atau segera menghubungi Anda. 

6. Idealis. Lingkup pergaulan Anda tak akan lengkap tanpa kehadiran si idealis ini. Tak peduli betapa mentahnya ide yang Anda lontarkan, mereka akan selalu siap membantu Anda mengolah ide dan mewujudkannya. Mereka tak pernah menilai apa yang Anda lakukan, dan berfokus saja untuk membantu Anda mewujudkan mimpi-mimpi Anda.
7.  Realistis. Kebalikan dari si idealis, Anda juga membutuhkan si realistis ini untuk membantu Anda tetap "menjejak di tanah". Mereka akan memberikan pendapatnya apabila mengetahui harapan-harapan Anda sudah melebihi upaya yang bisa Anda lakukan. Mereka tidak sedang berusaha membuyarkan mimpi Anda, tetapi menantang diri Anda untuk secara aktif mencapai apa yang Anda inginkan.

8. Visioner. Mirip dengan si idealis, tetapi mereka dapat membantu Anda menyusun rencana aktual untuk mencapai tujuan Anda. Orang-orang yang visioner menginspirasi Anda melalui pengalaman atau perjalanan yang telah mereka lakukan. Kalau bisa menemukan celah untuk bertemu dengan tipe visioner ini, Anda bisa mengubah arah dalam kehidupan Anda.

9. Partner. Inilah tipe yang mungkin paling mudah Anda cari. Ialah orang yang memiliki minat yang sama, dan Anda butuhkan untuk berbagi. Sesuai faktanya, partner biasanya memang berbagi. Tidak hanya berbagi kesedihan dan kegagalan, tetapi juga kegembiraan dan kesuksesan. Partner juga akan berbagi peluang dan informasi.

10. "The wanna-be". Dengan orang ini, Anda justru bisa bertindak sebagai mentor. Mengapa penting untuk memiliki seseorang untuk dididik atau diasuh? Karena cara terbaik untuk mengetahui bahwa Anda memahami sesuatu adalah jika Anda mampu menjelaskannya kepada orang lain. Anda bisa membantu membentuk dan mengarahkan orang ini sesuai pengalaman Anda. Jika orang ini sukses mencapai tujuannya, Anda pun akan mengetahui bahwa Anda juga berhasil.
Read the rest of this entry »

Kesalahan Umum Saat Mulai Berkarier

Ya, Anda adalah orang baru dalam perusahaan, sehingga tentu saja sudah sepantasnya Anda memiliki sikap bersahabat dengan atasan. Tetapi ada satu hal yang harus tetap Anda ingat: jangan pernah memperlakukan atasan Anda sama seperti seorang teman, apalagi jika dia berusia di atas 40 tahun. Ada batasan yang harus Anda jaga, teman. Ini penting mengingat tindakan tidak profesional dapat menghambat perkembangan karier Anda. Berikut adalah beberapa kesalahan yang biasanya dilakukan oleh mereka yang baru mulai bekerja.

Etika Mengirim Email 
Lisa Orrell, penulis dari Millennials Incorporated mengatakan bahwa dua komplain utama dari para manajer adalah pekerja dalam usia muda terlalu lambat dalam merespon email, serta menggunakan kata-kata yang terlalu singkat atau penyampaian kalimat yang tidak sempurna. Hmmm, coba mulai untuk membuat isi email Anda dengan detail. “Tujukan surat dengan menggunakan nama depan orang tersebut. Gunakan tanda koma saat menulis kalimat yang panjang, serta akhiri dengan 'Best',“ tutur Heather Huhman, pendiri comerecommended.com.

Gunakan Bahasa Informal
Oke, saat berpapasan dengan bos Anda, tentunya Anda akan menyapa. Tapi berhati-hatilah untuk tidak kelepasan berbicara dengan nada yang tidak wajar dan childish. “Dalam menulis memo, Anda harus tetap memperhatikan bahasa formal seperti 'Tadi ada telepon dari suami Anda' daripada 'Hei, tadi hubby Anda telepon' Dan jangan lupa untuk mengeleminasi semua emoticon dan akronim dari semua surat kerja Anda,” kata Orrell. Semua ini menjadi penting karena posisi senior dalam sebuah perusahaan berkaitan erat dengan kedewasaan pribadi yang tercermin dari tata bahasa Anda.

Tidak Menjaga Profesionalitas

“Atasan ingin Anda untuk berbicara secara resmi.” ujar Huhman. Jadi hindari penggunaan nick name. Dan sebisa mungkin hindari untuk mengirimkan dia pesan yang berkaitan dengan masalah pribadi, bahkan di saat Anda dan bos merupakan tipe orang yang sangat terbuka. Hubungi bos Anda hanya saat berkaitan dengan perkerjaan dan penting. Hal tersebut penting agar Anda tetap terlihat profesional, lho. Jangan sampai masalah pribadi Anda terbawa dalam perkerjaan.
Read the rest of this entry »

Cara Menjadi Kesayangan Teman se-Kantor

Individu  mana yang tidak ingin didengarkan pendapatnya oleh orang lain? Agar orang-orang mau mendengarkan, hal pertama yang harus dilakukan adalah membuat mereka semua menyukai Anda. 

Di lingkungan kerja, Anda perlu menciptakan kemistri dengan karyawan sebagai manajer, dengan tim sebagai pemimpin proyek, dengan atasan, pelanggan, serta rekan kerja. Bagaimana pun, orang memercayai orang yang mereka suka. 

Seorang komunikator yang baik mampu membangun faktor penentu kesukaan, yakni kepribadian serta kemistri yang tercipta antara Anda dengan orang lain. Nah, berikut ini adalah sejumlah ciri-ciri yang secara universal diakui keampuhannya untuk menarik orang dan membuka hati serta pikiran mereka: 

Manusiawi 
Umumnya, orang lebih menemukan kesamaan dengan mereka yang berjuang dibandingkan dengan mereka yang berhasil dalam hidupnya. Oleh karena itu, jangan khawatir menceritakan kecemasan-kecemasan yang dirasakan. Orang-orang merespon manusia lebih baik daripada merespon mesin. Ketika berkomunikasi dengan rekan kerja, jangan takut untuk membiarkan mereka melihat sisi manusiawi Anda. 

Sopan santun 
Banyak hal bisa merusak hari Anda dan membuatnya terasa menyebalkan. Misalnya, rekan kerja yang meninggalkan toilet tanpa disiram, printer yang ngadat, seseorang yang melakukan percakapan telepon dengan suara nyaring di tengah rapat, dan lain sebagainya. 

Namun, jangan membiarkan berbagai gangguan kecil itu merusak suasana hati Anda. Kesopanan yang paling kecil pun bisa menyalakan api untuk membangun kemistri dan rasa kekeluargaan. Cobalah menyunggingkan senyum dan menyapa orang-orang kantor saat berpapasan, hargai privasi dan ruang pribadi mereka, dan jangan pelit mengucapkan kata 'tolong', 'maaf', dan 'terima kasih' untuk bantuan kecil. 

Humoris 
Rasanya, hampir tidak ada orang yang tidak menyukai individu humoris dan jenaka. Hidup tanpa humor terasa hambar. Kemampuan untuk menertawakan hidup, termasuk diri sendiri, merupakan salah satu faktor yang dapat mendekatkan Anda dengan orang lain. Jika kata-kata saja belum cukup, maka humor bisa membantu membukakan hati dan pikiran orang-orang untuk menerima suatu ide atau gagasan. 

Rendah hati 
Kekuasaan bisa bersifat seduktif. Memberikan pujian yang tulus mampu membuat seseorang merasa penting. Sebaliknya, sikap arogan dapat menghancurkan siapa pun yang sebelumnya dipandang kredibel. Misalnya, menolak menanggapi orang ketika sedang berbicara dengan Anda, anti dikritik atau mendengarkan saran dari orang lain, atau bahasa tubuh yang terkesan angkuh
Read the rest of this entry »

Cara mendapatkan Waktu Libur Lebih Banyak

Tidak semua orang mendapatkan kemewahan menikmati kebijakan hari libur yang fleksibel di tempat kerja. Meminta tambahan waktu libur bisa dikatakan sama sensitifnya seperti meminta kenaikan gaji. 

Nah, Anda tentu membutuhkan strategi ketika ingin membicarakan topik sensitif ini dengan atasan. Cari tahu bagaimana cara mendapatkan keinginan Anda dan menghadapi situasi ini dengan bijaksana. 

Waktu 
Segala hal membutuhkan waktu yang pas. Pastikan untuk memilih waktu yang tepat sebelum Anda mendekati atasan. Contohnya, jangan meminta tambahan waktu libur ketika Anda baru saja meminta kenaikan gaji atau baru kembali 
dari liburan di luar kota atau luar negeri. 

Selain itu, jangan pula menanyakan waktu liburan ketika sedang menjalani wawancara kerja. Kesempatan Anda akan lebih besar jika telah menghabiskan sejumlah waktu di perusahaan tersebut, dan telah membuktikan keinerja yang baik. 

Alasan 
Siapkan diri dengan alasan yang baik mengapa Anda membutuhkan liburan. Jangan berbohong, lebih baik berkata jujur tentang hal itu. Ulas kinerja Anda di masa lalu untuk membuktikan bahwa Anda adalah seorang karyawan 
berharga bagi perusahaan. 

Bicarakan dengan atasan tentang mengapa liburan itu penting dan baik bagi kesehatan mental dan fisik. Jelaskan bahwa Anda akan menjadi lebih produktif ketika kembali bekerja. Jika perlu, tawarkan diri untuk lembur 
sebelum dan setelah Anda pergi berlibur. 

Fleksibel 
Jika atasan menolak permintaan Anda, pikirkan hal lain yang bersedia Anda korbankan demi mendapatkan liburan. Apakah Anda tidak keberatan cuti tanpa digaji? Apakah Anda bersedia merelakan sebagian kenaikan gaji demi 
mendapatkan lebih banyak hari libur? 

Atau, mungkin Anda bisa menawarkan diri bekerja paruh waktu ketika sedang berlibur. Coba membicarakan masalah ini dengan atasan untuk mendapatkan alternatif yang sama-sama menguntungkan
Read the rest of this entry »

Cara Menjadi Bos Bagi Pria

Wanita menjadi atasan? Bisa. Memimpin puluhan— bahkan ratusan pekerja pria? Harus bisa. Cara nya? simak tips berikut ini.

Selami Karakter Pekerjaan

Menurut konsultankarir.com, pelajari tingkat pendidikan, pengetahuan, dan keterampilan mereka. Jika Anda menjadi bos bagi para pria dari kelas pekerja terbawah misalnya pekerja bangunan proyek, pekerja tambang, buruh pabrik, petugas cleaning service atau sopir, terlebih dahulu Anda harus memiliki pengetahuan dasar yang cukup terhadap apa yang mereka kerjakan. Selami apa saja yang menjadi job description mereka sampai Anda benar-benar paham. Dengan demikian, Anda sebagai bos mampu menunjukkan sikap respek dalam memperhatikan berbagai masukan dan keluhan mereka. Tunjukkan pula bahwa Anda bukan tipe bos wanita yang takut turun ke lapangan jika dibutuhkan. Bagi para pekerja pria di kelas ini, sikap yang serius namun santai lah yang Anda harus miliki agar mereka tetap respek kepada Anda, tanpa memandang gender.


Akrabkan Diri Anda

Beda kelas pekerja, beda pula cara memperlakukannya. Apabila Anda membawahi karyawan pria pada level menengah, seperti petugas administrasi, sekretaris, atau petugas kasir dan lainnya, Anda tidak saja harus paham atas pekerjaan mereka, namun juga mampu meyakinkan bahwa Anda sendiri bisa melakukan pekerjaan-pekerjaan tersebut. Perbanyaklah kesempatan-kesempatan bersantai dengan mereka, seperti makan siang bersama, gathering,maupun meeting informal. Pada kesempatan itu, kemukakan kepada mereka bahwa sebagai atasan, Anda pun pernah berada pada posisi mereka, serta tahu betul cara-cara mengerjakan pekerjaan tersebut. Anda pun harus selalu siap jika sewaktu-waktu secara mendadak mereka meminta saran, masukan, maupun solusi atas persoalannya. Masalah yang kerap dihadapi, terkadang untuk menunjukkan power-nya, bos wanita cenderung bersikap lebih “pria” daripada pria-pria yang dibawahinya, sehingga terkesan galak, arogan, serta super jaim. Tidak baik, lho!


Berdiplomasi Dengan Para Adam
Lalu, bagaimana cara memimpin para pekerja pria yang berada di level atas, seperti manajer keuangan, manajer pemasaran, manajer produksi, serta deretan manajer lainnya? Tak hanya kemampuan otak yang Anda butuhkan, namun juga kemampuan menyusun strategi dan berdiplomasi secara brilian. Dalam setiapmeeting, baik formal maupun informal, catat masing-masing perencanaan maupun kegiatan yang sudah berhasil mereka lakukan. Evaluasi pun harus Anda sampaikan secara terbuka berkaitan dengan segala laporan mereka. Ingat juga untuk sesekali melakukan 'pemeriksaan' mendadak pada kinerja anak buah sebelum meeting dimulai, untuk menghindari lapora-laporan yang bersifat "Asal Ibu Senang". Pada level seperti ini, Anda sebagai wanita harus menunjukkan sikap bahwa Anda hadir sebagai team leader dan penanggungjawab kemajuan perusahaan, serta bukan sebagai ancaman bagi karier mereka. Memanggil para bawahan pria secara terpisah untuk mendiskusikan pekerjaan mereka adalah hal yang sah-sah saja dilakukan, agar bawahan Anda merasa senang sekaligus bertanggungjawab atas apa yang telah mereka kerjakan. Sebagai wanita yang secara psikologis diakui memiliki kemampuan verbal yang jauh lebih tinggi dibandingkan pria, Anda dituntut untuk menumbuhkan sense of belonging terhadap perkembangan perusahaan di diri bawahan Anda masing-masing. Bisa,kan?
Read the rest of this entry »

Cara Negosiasi Gaji

Meski sudah bekerja beberapa tahun, urusan minta naik gaji ternyata masih hal yang sulit dilakukan banyak orang. Yang biasanya terjadi kita menghadap atasan dalam keadaan emosi, akibatnya berakhir dengan Frustasi dan sakit hati mendengar penolakan dari atasan. Menurut konsultan dari Experd, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan negosiasi gaji dengan atasan.

Pertama, mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya mengenai kondisi tempat Anda bekerja. Informasi ini meliputi, bagaimana kondisi keuangan perusahaan saat ini, apakah memungkinkan untuk melakukan kenaikan, jika mungkin, berapa persen kenaikannya.

Ada baiknya Anda melakukan survey kecil-kecilan untuk mendapatkan informasi selengkapnya. Selain itu, seberapa berharga diri Anda untuk mendapatkan kenaikan gaji, dalam arti apakah posisi Anda akan dengan mudah digantikan orang lain dengan ketrampilan sama tetapi bergaji lebih rendah.

Cobalah menempatkan diri dalam posisi atasan, bagaimana mereka akan menyikapi permintaan Anda, mengingat pasti Anda bukan satu-satunya karyawan yang minta kenaikan gaji. Tanyakan diri dengan ujur alasan utama Anda meminta kenaikan gaji. Kedua, strategi dalam melakukan negosiasi. Sebaiknya negosiasi dilakukan dalam suasana diskusi yang menyenangkan. Diskusi berarti proses memberi dan menerima. Buat daftar terperinci hal-hal apa saja yang Anda inginkan dari perusahaan. Jangan terpaku pada gaji pokok saja, ada banyak benefit dari perusahaan yang bisa Anda tawar.

Olah dan sajikan data-data, apa yang akan didapat perusahaan dengan biaya yang lebih besar yang dikeluarkan untuk Anda. Untuk itu, cara paling baik dalam melakukan negosiasi adalah meminta tanggung jawab lebih besar. Perusahaan cenderung merasa keberatan jika harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk hasil yang sama yang mereka dapatkan sebelumnya.

Ketiga, pilih waktu, tempat dan cara negosiasi. Carilah waktu dan tempat yang memungkinkan Anda dan atasan melakukan negosiasi senyaman mungkin. Jangan bernegosiasi saat atasan sedang dikejar tengat waktu laporan atau saat perusahaan sedang diaudit.

Mintalah atasan melakukan negosiasi secara tatap muka. Tulis email atau memo kepada atasan mengenai hal ini. Jangan kemukakan terlebih dahulu alasan pertemuan tersebut. Berikan alasan umum aja seperti Anda ingin menerima masukan darinya mengenai performance Anda. Atasan cenderung mencari cara untuk menolak pertemuan dengan bawahan yang ingin meminta kenaikan gaji.

Diskusi yang dilakukan secara tatap muka akan menghindarkan terjadinya salah tafsir akibat bahasa tulis, selain itu Anda bisa melakukan upaya persuasi. Jika semua usaha sudah dilakukan sebaik-baiknya tapi Anda masih tidak mendapatkan apa yang diinginkan, tanyakan baik-baik alasannya.

Pertimbangkan secara hati-hati alasan yang dikemukakan. Jika alasan mereka adalah ketidakadanya dana ataupun waktu yang kurang tepat, cobalah untuk meminta komitmen bahwa permintaan Anda akan dikabulkan secepatnya bilamana kondisi perusahaan memungkinkan.

Jika perusahaan tidak dapat memberikan alasan yang pasti dan masuk akal bagi Anda mengenai penolakan mereka, Anda mungkin perlu mempertimbangkan kemungkinan perusahaan Anda tidak menghargai Anda sebaik Anda menghargai diri Anda sendiri. Kadangkala hal ini terjadi dan mungkin inilah saat yang tepat bagi Anda untuk melangkah ke tempat lain
Read the rest of this entry »

Salah Bicara Membahayakan Karir


Di samping harus bekerja keras, jujur, dan penuh tanggung jawab, Anda juga harus pandai-pandai bertindak di kantor kalau mau karier Anda meningkat. Bahkan Anda pun harus cerdik menyusun strategi. Nah, berikut sejumlah strategi yang bisa menerbangkan karier Anda.
HINDARI MENGUNGKAP PIKIRAN SEMBARANGAN
Hati-hati apabila berbagi cerita dengan teman perempuan melalui telepon, karena Anda tak pernah tahu berapa orang yang turut menjadi pendengar. Demikian pula bila hendak membicarakan masalah teman kerja. Hindari komentar yang bernada usil, terhadap siapa pun. Bahkan kendati bila sikapnya amat mengganggu Anda, ataupun caranya bersendawa atau mengunyah makanan sangat tidak sopan. Bukan tak mungkin komentar Anda bakal disampaikan pada orang tersebut (yang kemudian bisa jadi musuh). Akibat lainnya adalah orang akan berpikir dua kali bila hendak berbagi gosip dengan Anda karena khawatir Anda bakal bicara sembrono.
Jadi, bila seseorang menanyakan komentar Anda tengah si A atau si B, jawab saja dengan kalimat yang tidak bernada buruk. Misalnya saja “Dia selalu baik padaku” atau “Saya pikir sikapnya selalu layak.”

BERJUANG DENGAN FLU
Apabila seseorang terserang flu, Anda harus berani berjuang seharian dengan tisu selalu di tangan, vitamin C dosis tinggi, serta obat flu. Banyak pimpinan menilai rendah karyawannya yang sering kali tidak masuk hanya karena sakit ringan. Sebaliknya bila Anda tetap bekerja di kala sakit sekalipun pimpinan akan memberi nilai tambah.
Tetapi bila di kantor Anda ada cuti sakit, ambillah setelah kondisi tubuh lebih baik. Sehingga Anda bisa memanfaatkannya untuk relaks.

JAGA KEHIDUPAN PRIBADI ANDA
Benar. Anda bisa saja berbagi cerita, namun sebaiknya Anda tidak mengungkapkan sesuatu yang bisa membuat teman sekerja Anda merasa tidak nyaman. Atau bahkan membuat Anda merasa harus berkompromi di kemudian hari. Misalnya saja supervisor Anda bisa saja di kemudian hari mengatakan, “Mungkin ia bukan orang yang tepat untuk tugas sebesar ini karena ia baru saja putus dari pacarnya, dan anjing kesayangannya juga baru saja mati. Ia sedang punya banyak masalah saat ini.”
Mengungkapkan masalah pribadi terlalu detail di kantor selain akan membuat bos Anda segera merasa khawatir. Di samping menunjukkan tindakan yang tidak bijaksana dan tidak profesional.
Mengumbar kehidupan pribadi juga sering jadi bumerang. Bisa saja, kan, atasan lalu menganggap Anda terlampau putus asa.

BERSIKAP BERSAHABAT
Karena tugas-tugasnya menangani agenda bos dan semua telepon masuk maka sekretaris dan resepsionis memiliki akses pada nara sumber dan informasi. Inilah yang memberinya kekuatan. Jadi, bila menganggap mereka sebagai musuh, kemungkinan mereka akan bisa menahan informasi penting bagi Anda.
Jadi, bijaksana sekali bila Anda mampu bersahabat dengan karyawan selevel sekretaris dan resepsionis, kendati ini sebetulnya semata-mata hanyalah demi sopan santun belaka. Misalnya jangan pernah lupa mengatakan terima kasih apabila mereka telah mengetik atau mengirim fax untuk Anda. Dan senantiasa katakan kepada mereka ke mana Anda makan siang atau mengadakan meeting.
Yang juga penting, tunjukkan pada mereka Anda tertarik pada kehidupan mereka dengan menanyakan bagaimana acara akhir pekan mereka, apakah cita-cita mereka, atau hal-hal penting lainnya.

KAPAN HARUS MENGAJUKAN PERTANYAAN? 
Meminta pendapat atau nasihat dari teman sekerja akan meningkatkan hubungan kerja karena hal ini menunjukkan Anda menghargai serta mempercayai pandangan orang tersebut (apakah sebenarnya demikian ataukah tidak, itu soal lain).
Namun sebaliknya, mengajukan pertanyaan adalah persoalan yang cukup kompleks. Dengan mengajukan pertanyaan yang tepat siapa pun bisa mendapatkan informasi yang berharga serta bisa menyerap keahlian dari orang-orang di sekitar Anda.
Bila ingin sukses, cobalah berlatih untuk berpikir positif sebelum berbicara. Bila Anda menginterupsi seseorang untuk menanyakan sesuatu yang sesungguhnya bisa Anda selidiki sendiri maka bisa-bisa Anda dianggap sebagai orang yang malas bekerja.
Apabila bos Anda adalah eksekutif yang suka memberi petunjuk dengan jelas, maka Anda bisa mengajukan pertanyaan-pertanyaan guna memperjelas persoalan dan menghindari ketersendatan. Ucapkan lagi tugas-tugas yang didelegasikan pada Anda untuk melakukan pengecekan secara verbal. Demikian saran psikolog karier. Selain itu, tanyakanlah:
- Sejauh mana hak Anda untuk bertindak dan kira-kira apa saja halangannya.
- Apakah yang menjadi prioritas.
- Bagaimana cara Anda melaporkan perkembangan-perkembangan langkah yang Anda ambil kepada beliau.
Jadi, semakin tegas dan jelas cara Anda menjabarkan parameter pekerjaan Anda, semakin kecil pula kemungkinan Anda jadi bingung.

MANFAATKAN MEMO 
Jangan pernah beranggapan catatan atau memo cuma sekadar serpihan kertas yang bakal jadi sampah. Karena, apa pun yang tertulis di atas kertas pastilah lebih bisa dipercaya daripada perkataan apa pun.
Catatan, penting untuk mengetahui kejanggalan-kejanggalan yang mungkin bakal terjadi sebelum sesuatu hal menjadi parah. Lewat catatan Anda bisa memiliki tinjauan ke masa depan dan bisa terbebas dari tuduhan apabila suatu saat ramalan Anda jadi kenyataan. Sangat disarankan bila Anda selalu mengungkapkan hasil catatan Anda pada bos serta mampu mengajukan solusi. Misalnya, “Saya rasa kita punya gagasan yang mungkin akan bisa mengatasinya.


BUSANA YANG TEPAT 
Memang ada saja kantor yang sengaja memanggil guru khusus agar karyawatinya bisa berbusana dengan baik. Namun bila kantor Anda bukan tergolong demikian, usahakan untuk menciptakan citra diri yang bisa memberi kesan siapa dia sesungguhnya. Yaitu, pilih busana yang bisa membuat Anda benar-benar tampak sebagai wanita yang mandiri, terorganisasi(bisa mengatur diri sendiri), bisa diandalkan, namun keren. Yaitu dengan mengenakan busana yang sesuai seperti rok dan jas berpotongan sederhana namun baik, atau mengenakan pantalon dengan vest .
Apabila Anda memiliki rambut panjang, gelunglah yang rapi saat menghadiri meeting yang penting sifatnya. Riset membuktikan para klien dan bos akan cenderung lebih mempedulikan saran dan komentar wanita apabila sang wanita tampak segar dan rapi.

TAMPILKAN DIRI ANDA
Yani, usia 26 tahun, adalah pegawai bagian akunting dari sebuah perusahaan besar. “Selama ini saya merasa menjadi pegawai yang rajin dan bisa diandalkan. Namun belakangan tiba-tiba saja seorang pegawai baru dipromosikan,” ujarnya.
Banyak orang yang pandai menyuarakan dirinya sendiri. Misalnya saja, bila lembur, maka ia tak segan-segan memberitahu semua orang bahwa ia lembur, meskipun cuma setengah jam. Begitu juga kalau ia menemukan cara untuk memperbaiki sebuah sistem, ia pun tak segan-segan memberinya istilah “resepku”.
Kadang memang dalam dunia perkantoran citra diri seseorang lebih penting daripada kualitas pekerjaannya. Artinya, apabila kantor Anda dimulai pukul delapan dan setiap hari Anda baru nongol pukul setengah sembilan, besar kemungkinan teman kerja Anda serta bos Anda beranggapan bahwa Anda adalah orang yang tidak tertib atau bahkan lamban. Kendati Anda menebusnya dengan tidak keluar ketika istirahat makan siang sekalipun.
Untuk membangun reputasi, Anda perlu menjadi konsultan humas bagi diri sendiri, agar orang tidak punya kesempatan untuk meremehkan Anda. Misalnya mulailah dengan sapaan, “Selamat pagi” serta ungkapan pamit pada seluruh teman sekerja atau karyawan di kantor Anda. Tak peduli betapa rendah atau betapa tinggi posisinya.
Bisa juga Anda berlangganan majalah yang memuat artikel yang relevan dengan pekerjaan Anda, lantas fotokopilah naskah tersebut dan bagikan pada atasan langsung Anda. Ambillah resiko, kenali hal-hal yang sekiranya tidak disukai bos Anda, dan tawarkan padanya untuk mengambil alih pekerjaan tersebut.
Selain itu, hal yang juga amat penting adalah ketepatan waktu kalau tak mau dipandang sebagai tidak mampu mengorganisasi atau mengatur diri sendiri.


JADIKAN CALON MUSUH SEBAGAI TEMAN
Dalam pekerjaan apa pun, sukses sebagian besar tergantung pada kemampuan orang-orang di kantor Anda. Berikan perhatian pada apa yang dilakukan teman sekerja Anda, bukan pada apa yang mereka katakan. Dengan demikian Anda akan bisa segera tahu siapa yang punya potensi menimbulkan masalah dan siapa yang kira-kira bisa Anda percaya.
Upayakan memperkenalkan orang di kantor Anda dari bos hingga teman sekerja kepada pelanggan dan klien Anda. Ciptakan jaringan dengan cara minum kopi bersama dengan sebanyak mungkin orang. Seretlah orang-orang ke pihak Anda khususnya yang punya kategori ‘sulit’. Dengan harapan mereka akan loyal kepada Anda manakala suatu kali nasib Anda berubah.


BERTINDAKLAH DENGAN TAKTIS
Menjawab pertanyaan bos atau klien juga ada caranya agar suasana tidak menjadi runyam. Misalnya, kala Anda dan atasan bersilang pendapat, katakanlah dengan rendah hati “Ah, ini pasti cuma masalah komunikasi.”
Begitu juga bila Anda lupa menelepon klien. Jangan cepat-cepat mengatakan, “Aduh, saya lupa,” tetapi “Maaf operator pulang lebih awal karena sakit jadi saya tidak menerima pesan Anda.”
Atau bila Anda tidak bisa menyelesaikan tugas sesuai jadwal yang ditentukan, ucapkan, “Saya mohon maaf, saya terlalu memperhatikan masalah detail sampai-sampai lupa waktu. Tapi saya akan lembur sampai malam untuk merampungkan tugas ini.”
Read the rest of this entry »

Mengangkat Spirit "People Power"

Manusia memang aset terpenting dari perusahaan. Namun, sampai saat ini kita memang sulit untuk bisa menghitung dengan tepat berapa kekuatan sesungguhnya yang dimiliki seorang karyawan.       
Tidak seperti mesin yang bisa dengan jelas kita ukur kapasitas produksinya, kita sadari bahwa kinerja dan kontribusi karyawan bisa digenjot naik, bisa juga turun secara tajam. Bukankah banyak karyawan yang dalamassessment dinilai memiliki kompetensi tinggi, tapi di tempat kerja melempem dan sama sekali jadi tidak menonjol? Ada karyawan yang berprestasi di satu tim, namun begitu dipindahkan ke tim atau lokasi lain langsung melorot kinerjanya. Sebaliknya, kita juga melihat ada tim yang jumlahnya kecil atau kemampuan individualnya biasa-biasa saja, bisa jadi tim yang sangat hebat dan produktif, bahkan mengalahkan tim yang jumlahnya lebih besar. Di sini kita jelas melihat bahwa ada kekuatan lain yang tidak bisa dilihat dan diukur dengan analisa beban kerja sekalipun. Terbukti pula bahwa, kekuatan individu itu memang bisa dilipatgandakan.

Seorang kepala cabang yang dituntut untuk meningkatkan penjualan sering berdalih kekurangan orang dan meminta tambahan anggota tim. Sering terjadi, walau orangnya sudah ada, tetap saja penjualan tidak kunjung bergerak mencapai target. Divisi SDM sering mengeluhkan, mengapa SDM yang ada tidak bisa dimanfaatkan. Seakan tambahan karyawan baru menjadi investasi yang sia-sia. Jadi, individu sendirian tidak bisa menghasilkan sesuatu yang luar biasa. Lagi-lagi, kita diingatkan bahwa yang kita garap tidak selamanya individunya, tetapi justru perilaku kolektif dari sekelompok orang.

Spirit kolektif
Seorang manager berkomentar: ”Kenapa ya, kalau di suruh bekerja sama susah, tetapi bila protes mereka bersatu?” Di salah satu perusahaan, para anggota manajemen puncak bisa secara teratur makan siang bersama, berkeluh-kesah mengenai perusahaan sebagai musuh bersama, namun begitu disuruh berkoordinasi atau mengatur strategi tiba-tiba menjadi tidak kompak, bahkan tercerai-berai.
Seorang ahli psikologi sosial mengatakan, bahwa sifat dari perilaku kelompok itu sangat emosional, dan bahkan sering tidak rasional. Hal ini bisa kita buktikan sendiri bahwa dalam keadaan panik, gembira sekali, ataupun marah, tiba-tiba individu dalam kelompok bisa bersatu, saling mendukung, mengeroyok, bergerak ke satu arah sesuai komando. Inilah yang menjawab betapa membahayakan spirit bonek, Arema, Jakmania, yang sering  kuat, bertenaga sampai-sampai tidak terkontrol.

Kekuatan kelompok memang tidak bisa kita anggap main-main. Bila individu dalam kelompok  mempunyai rasa yang sama dan berfokus pada single issue, maka sudah pasti kekuatan kelompok jadi berlipatganda. Unsur-unsur inilah yang dimanfaatkan oleh perusahaan yang berhasil mengangkat spirit karyawannya. Hal yang sangat penting juga adalah collective mind-nya. Mereka menghipnotis anggota kelompok untuk berpikir dan berkeyakinan sama, membuat individu siap menyatukan visi dan menghapus sikapselfishness-nya.

Dalam Indonesia HR Summit 2010 yang baru diselenggarakan di Bali beberapa waktu lalu, Ishadi SK, komisaris TransTV mengutarakan, betapa spirit organisasi terbangun dengan kejelasan dan kesadaran pada kesamaan misi. Beliau mengatakan lebih lanjut bahwa employee partnership hanya bisa didapatkan perusahaan bila karyawan memiliki dan merasa menguasai tujuan dan misi perusahaan. Semakin mulia, konkrit dan trendi misinya, semakin dibelilah purpose-nya oleh karyawan TransTV. Bila ini terjadi, karyawan bisa sampai memeras tenaga tanpa hitung-hitungan dan bahkan rela bekerja sampai lupa waktu. Siapa yang menonjol? Kelompoknya, perusahaannya, bukan individunya, bahkan produknya.

Karyawan sebagai “co-creator”
Kita kerap bertanya-tanya, apakah seorang pemain bola kelas kakap, seperti Wayne Rooney, jika pindah klub, akan bisa menjamin performa seperti di klub terdahulu? Kita semua menyadari bahwa walaupun permainannya terhebat, ia belum tentu bisa  berkinerja optimal di tempat yang baru. Hal ini tentunya tidak disebabkan oleh keadaan situasi tim yang baru saja, tetapi apakah dia mengontribusikan seluruh kapasitasnya secara all out di tim barunya. Hal ini lagi-lagi adalah sekadar  kekuatan emosi dan mental.

Hal yang juga sudah tidak disangsikan lagi, generasi muda yang banyak dikenal dengan genY, hanya mau mengontribusikan segenap kapasitasnya, bila kelompok, lembaga, atau perusahaan membuat agar ia merasa seperti co-creator, dalang, ikut menentukan nasib perusahaan. Di sinilah emosi individu menggerakkan dirinya untuk mengeluarkan seluruh ketrampilan dan kompetensi individual ke dalam kekuatan tim. Setiap orang perlu merasa, bahwa dialah yang membuat tim atau perusahaan berubah, bahkan maju. Dan, sikap ini sangat emosional. Ken Blanchard dalam bukunya High Five! The Magic of Working Together, menyatakan: ”The Warriors realized that working together as a team would get them closer to their goal than all playing for individual benefit.”

Utamakan "gerak"
Bila kita ingin menggerakkan individu, kita memang perlu memanfaatkan gerak untuk menghidupkan perilaku kelompok ini. Gerak membuat suasana jadi dinamis, memberi kesiapan untuk berubah. Di perusahaan di mana pemimpin mematikan semangat anak buah, misalnya dengan tidak merespek dan mengecilkan upayanya, sering kita lihat efeknya adalah si individu membeku, berhenti berpikir, tidak bersedia untuk mencoba, tidak bergerak. Di perusahaan yang saya kenal dinamis, speed seakan sudah menjadi budaya perusahaan. Setiap permintaan direspons segera, mereka berjalan dengan cepat, bahkan berlari saat naik-turun tangga. Keseragaman perilaku bergerak ini serta-merta menjadikan perusahaan bersemangat untuk maju.
Read the rest of this entry »

Tips Gaet Hati Si Bos

Dipandang baik oleh bos adalah hal yang baik. Bukan dalam arti menjilat, ya. Ketika Anda bisa memberikan performa terbaik, dan selalu bisa diandalkan, sedikit demi sedikit Anda mengekalkan diri Anda sebagai seseorang yang profesional dan sangat diinginkan. Bagaimana, sih, caranya menggaet hati si bos tanpa terlihat "menjilat"? Simak tips berikut ini:

Jangan Ragu Bertanya
Memang terdengar mudah dan "jelas", tetapi tak banyak yang melakukan. Kadang saking ingin "dilihat" oleh bos, kita berusaha mengerjakan segala sesuatunya sendiri tanpa bertanya. Padahal, dengan bertanya kepada bos mengenai apa yang terpenting untuk dikerjakan, berarti Anda sudah menghabiskan sedikit waktu bersamanya dan menyita sejenak perhatiannya. Steve Langerud, direktur di DePauw University menyarankan hal tersebut dan menambahkan agar kita melaksanakan tugas yang disarankan tersebut. Dengan melawan obyektif yang ditawarkan oleh atasa, Anda akan menempatkan diri pada tempat yang bisa dilihat oleh bos Anda. 

Buktikan Nilai Anda
Lupakan sejenak job description Anda. Ciptakan dan pikirkan bagaimana caranya Anda bisa membuat posisi dan pekerjaan Anda lebih baik. Konsultasikan hal tersebut dengan atasan Anda dan pimpinan lain dalam organisasi Anda, mintalah pula input dan jalankan ide tersebut. 

Team Player
Semua pimpinan ingin mengetahui apakah timnya merupakan "team player" yang bisa diandalkan di saat senang maupun susah. "Di masa-masa sulit, Anda ingin merasa yakin bahwa Anda memiliki tim yang kuat dan solid," jelas Shaunti Fieldham, penulis "The Male Factor". Hal-hal ini bisa terlihat apakah tim Anda akan ikut begadang jika akan ada pitching keesokan hari, atau ikut lembur saat ada pekerjaan yang belum selesai padahal harus dipresentasikan besok. 

Mem-briefing Atasan
Meski bukan bagian dari tugas dan tidak diminta untuk melakukannya, secara sukarela, laporkan kemajuan positif dari hasil kerja Anda, terang Mimi Donaldson, pelatih human resources. Menurutnya, karena para bos seringkali sibu, Anda tak bisa mengharapkan mereka akan memerhatikan Anda saat Anda berhasil melakukan sesuatu yang hebat. Namun dengan melaporkan keberhasilan harian Anda sehari-hari, dan apa saja yang berhasil Anda dan tim Anda lakukan pada proyek tertentu, bisa jadi hal yang membantu membuat si bos teringat kepada Anda. Tetapi hati-hati, jangan sampai hal ini membuat Anda terlihat terlalu berusaha "tampil" di depan bos. Karena rekan kerja Anda bisa gerah dan jengah melihatnya. 

Jejaring 
Langerud juga menyarankan untuk membangun jejaring dengan rekan kerja dari departemen lain. Mintafeedback dari mereka tentang bagaimana departemen Anda bisa membantu mereka. Di sekitar perusahaan, cara ini akan membantu Anda terlihat lebih inisiatif untuk menggerakkan perusahaan. Reputasi Anda pun akan makin terlihat. 

Eksistensi 
Carilah rute yang aman tetapi kuat untuk berkontribusi kepada perusahaan Anda. Contohnya, melakukan presentasi yang kuat, bermakna, atau berbagi ide yang inovatif mengenai bagaimana membuat perusahaan bisa bergerak lebih baik. Plus, jangan menghindari pertemuan-pertemuan kantor, seperti pertemuan atau gathering, jadilah relawan dalam acara-acara kantor, serta ikut serta dalam kegiatan bersama rekan kerja di luar kantor. 

Intinya, saat ini mencari pekerjaan tidak mudah, apalagi minta naik gaji. Supaya Anda bisa bersinar di tempat kerja, carilah cara untuk menjadikan keberadaan Anda lebih bermakna bagi perusahaan dan diri Anda sendiri dengan cara yang jujur dan tidak menyakiti orang lain.
Read the rest of this entry »

7 Cara Menciptakan Networking


Jejaring sangatlah diperlukan dalam berinteraksi, dari dunia pergaulan hingga dunia pekerjaan.
Menciptakan networking atau jejaring memang tak semudah membalikkan telapak tangan. Bisa jadi banyak di antara Anda yang masih merasa kesulitan untuk menciptakan jejaring di dunia kerja. Sebab, untuk menciptakan hingga memiliki jejaring yang benar-benar bagus dan berguna bagi diri Anda haruslah diikuti dengan kiat-kiat khusus. Berikut triknya:
1. Jadilah Pribadi Yang Terbuka & Menyenangkan
Untuk memulai membuat jejaring, Anda harus memulainya dari diri sendiri. Bersikap terbuka dan mengelola diri menjadi pribadi yang menyenangkan akan mendukung menemukan jejaring yang baik di sekeliling Anda.
Ketika pribadi Anda dirasakan sangat menyenangkan oleh orang-orang di sekitarnya, secara tak langsung Anda telah membuka diri untuk menjalinnetworking dengan orang lain. Orang-orang di sekitar pun akan dengan senang hati membuka dirinya untuk Anda. Sebelum mengharapkan orang lain mau menerima Anda, terimalah dulu kehadiran orang lain ke dalam dunia Anda, dan biarkan mereka mengenal Anda dengan baik.
2. Jabat Tangan, Penting Enggak Sih?
Mungkin banyak orang yang Anda temui tak pernah berjabat tangan dengan mantap. Apa maksudnya, ya? Mantap, artinya ketika berkenalan dengan orang, memberi ucapan selamat, atau sekadar menyapa, jabat tangan dilakukan dengan erat seraya menatap mata orang yang Adan jabat.
Bayangkan saja bila sedang bernegosiasi dengan klien besar, dan Anda menjabat tangannya dengan lemas atau seperti takut tertular penyakit tertentu, apa yang terjadi? Tentu Anda akan dicap sebagai orang yang minder, tak percaya diri, kurang mudah bergaul, dan tak memiliki integritas diri yang meyakinkan.
Jadi, tersenyum dan tataplah mata lawan bicara Anda ketika akan berjabat tangan dengannya. Tunjukkan, Anda adalah orang yang memiliki integritas diri yang baik, dapat dipercaya dan penuh percaya diri. Sehingga, ini juga akan menunjukkan, Anda sudah menghargai orang itu.
3. Ingat Namanya
Banyak kegagalan yang terajdi dalam menjalin networking yang diakibatkan oleh kelupaan mengingat nama seseorang yang baru saja ditemui dari ingatan Anda. Tak sedikit memang, yang memiliki kekurangan dalam hal mengingat nama orang ataupun rekan kerja/ rekan bisnis. Jadi, bila termasuk ke dalam kategori orang seperti ini, belajarlah untuk mengingat setiap nama seseorang yang baru berkenalan dengan Anda.
Biasakan untuk menyebutkan kembali nama orang yang barus aja bersapaan dengan Anda saat pertama kali. Lalu, buatlah ingatan-ingatan kecil di dalam benak yang bisa mengkaitkan ciri-ciri orang tadi dengan namanya. Sehingga, ketika Anda bertemu lagi dengan orang tadi, Anda akan ingat namanya.
4. Jadilah Pendengar Yang Baik
Jadilah pendengar yang baik pada setiap kesempatan mengobrol ataupun bertemu dengan rekan kerja atau rekan bisnis. Ataupun dengan orang-orang dilingkungan yang baru Anda temui. Semua orang pada dasarnya begitu senang untuk berbicara, terus dan terus. Sementara itu, sangat sedikit orang yang mau mendengarkan dengan tulus.
Nah, tunjukkan ketulusan Anda dalam membangun jejaring dengan menjadi pendengar yang baik. Ingat, harus secara tulus, karena ketidaktulusan akan terpancar dari mata dan cara pandang Anda, lho! Jika Anda tulus mendengarkan, kesempatan untuk terus masuk ke dalam jejaring yang Anda maksud akan makin terbuka lebar. Jadilah pendengar yang baik mulai saat ini!
5. Kumpulkan Daftar Koneksi
Di dalam dunia kerja atau bisnis, Anda perlu membuat daftar koneksi yang dimiliki. Entah itu koneksi yang dimulai dari persahabatan, pertemanan, atau hanya sekadar teman yang punya hobi sama. Dengan membuat daftar ini, Anda akan tahu siapa saja yang berada dalam daftar jejaring, atau yang belum masuk ke dalam daftar jejaring Anda.
Kemudian, Anda akan mengetahui langkah berikutnya yang harus dilakukan. Jangan pernah memilah koneksi yang dimiliki seperti sedang memilih barang pecah belah dipasar swalayan. Semua orang pasti memiliki potensi dan nilai positif yang berguna bagi diri Anda.
Misalnya saja, Anda seorang manajer pemasaran, jangan membuka jejaring dengan para manajer saja. Jalinlah juga dengan orang-orang yang mungkin saja kedudukannya masih di bawah Anda. Siapa tanhu, di masa depan merekalah yang justru berperan di dalam kesuksesan diri Anda. Jadi, bukalah koneksi dari beragam bidang, posisi, kalangan, juga profesi.
6. Hindarilah Jejaring Negatif
Ingat, jejaring bukan sekadar kumpulan dari beratus-ratus atau beribu-ribu teman yang Adan miliki sejak zaman sekolah dulu. Jejaring memiliki makna dan arti lebih luas dan dalam. Terkadang, Anda pasti merasa rancu, apakah teman-teman di saat ini bisa dikatakan atau dijadikan sebagai jejaring Anda.
Tak semua teman bermain adalah bagian dari jejaring yang baik untuk Anda. Pilihlah kumpulan jejaring yang dipenuhi potensi dan nilai positif yang akan menunjang kepositifan pada diri Anda. Hindari untuk masuk ke dalam jejaring yang negatif, yang tak berguna bagi kemajuan Anda. Misalnya, teman yang bisanya hanya hura-hura saja, tanpa menghasilkan nilai positif bagi kemajuan Anda, maupun bagi dirinya sendiri. Jadi, pandai-pandailah memilih jejaring, ya!
7. Bersikaplah Positif & Jaga Bicara
Pasti semua orang akan senang jika selalu terhubung dengan hal-hal positif. Jadi, mulailah tebarkan hal-hal positif untuk orang-orang sekitar, maupun ke dalam jejaring yang baru saja Anda bentuk. Selain itu, jaga cara dan sikap bicara Anda. Sampaikan kepada lawan bicara, Anda adalah orang yang sopan, santun dalam bersikap dan dapat menghargai.
Jangan bersikap sok tahu, apalagi memotong pembicaraan lawan bicara dengan cara tak sopan, bersuara keras, atau bahkan sambil mengayun-ayunkan jemari ke depan hidung lawan bicara Anda. Bisa dipastikan, bila sikap Anda demikian, maka lawan bicara tadi akan cepat hilang dari daftar jejaring Anda. Rugi, bukan? Jadi, mari jalin jejaring yang positif dan membangun!
Read the rest of this entry »