20 November 2010

Apakah Anda Bossy?

Jangan-jangan, Anda adalah rekan kerja bossy. Inilah ciri-cirinya:

Anda merasa lebih “plus” daripada orang lain, sehingga wajar jika Anda meremehkan mereka, bahkan menghina mereka di hadapan kolega lainnya.
Saat rekan Anda mengutarakan ide di waktu meeting, Anda pernah berkata walaupun dalam hati, “Bodoh sekali orang ini!”
Saat pekerjaan Anda sedang overload, it’s very okay untuk menyuruh orang lain menyelesaikan salah satunya tanpa mengucapkan “tolong”.
Anda pernah memarahi rekan kerja (yang bahkan bukan bawahan Anda), dan itu pun Anda lakukan di hadapan semua orang.

Filosofi Kerja Karyawan Google

Berikut adalah filosofi karier yang diterapkan pada setiap karyawan di Google. 

1. “Anda bisa serius tanpa jas, kemeja, dan dasi.”
2. “Anda bisa menghasilkan uang, tanpa harus menjadi 'iblis'.”
3. “Fokuskan semua hal pada pengguna situs, dan semua akan mengikuti.”
4. “Anda tak perlu ada di meja untuk mendapat jawaban akan sesuatu.”
5. “Lakukan satu hal saja, tapi dengan sangat, sangat baik.”
6. “Akan selalu ada tambahan informasi di luar sana.”
7. “Cepat itu lebih baik daripada lambat.”
8. “Cintai keragaman.”
9. “Dukung demokrasi dalam dunia maya. Situs kompetitor seperti Facebook danTwitter membuat internet semakin ramai.”
10. “Miliki 20% dari waktu kerja untuk diri sendiri.”

Ingin Bekerja Di Google? Ini Syaratnya

Ingin bekerja di sini? Menurut Sarah Robb, HR Manager GoogleSingapura, berikut kriteria yang dicari Google:
1. “You have to be ‘Googley’!”
Pengertian yang diberikan Sarah akan kata “Googley”adalah,“You’re not evil. You’re humble. You dont need to show people that you’re smart. And you love to share information.” FYI, Insinyur Google, Paul Buchheit, pertama mengeluarkan slogan Google yang sangat terkenal: Don’t be evil!

2. “You understand Google Culture.”
Ini adalah vision statement dari Larry Page dan Sergey Brin: “Google bukan perusahaan seperti yang lainnya, dan kami tidak pernah berniat untuk menjadi seperti yang lainnya.” Menurut Larry dan Sergey, perusahaan ini adalah organisasi datar (flat organization) yang berisikan orang-orang dengan dua karakteristik yang sama: “Passionate about their work, and love to work with people around them.

3. “You just roll up your sleeves to get the job done.”
Simpelnya, Anda akan segera turun tangan begitu ada masalah. Anda tidak mengharapkan orang lain untuk mengerjakannya untuk Anda, apa lagi bersikap seolah-olah Anda “terlalu pintar” untuk melakukan tugas-tugas simpel. “Pernah ada AC yang rusak di kantor Larry,” cerita Sarah, “Apakah ia ribut mencari teknisi untuk membetulkan? Nope. Larry selalu mengerjakan apa pun sendiri kalau memang ia masih bisa mengerjakannya.” Inilah mentalitas yang ditanamkan Google: you just roll up your sleeves to get the job done. Tak perlu banyak drama.

Oh, by the way, tentang rumor kalau IQ Anda harus lebih tinggi dari pekerja sebelumnya? “Tidak benar,” kata Sarah, “Anda cukup punya latar belakang pendidikan yang berkaitan dengan teknologi, dan yang terpenting, Anda harus benar-benar jatuh cinta pada perkembangan teknologi.” 

Etika Mendengar Musik di Tempat Kerja

Pasti mood akan jadi lebih baik kalau Anda bisa mendengarkan musik favorit sambil bekerja. Namun pernahkah Anda memikirkan orang lain ketika menyetel iPod dengan volume maksimal? Ya, sebaiknya ingat kembali etika meja kerja sebelum Anda membuat ingar-bingar. Musik memang sesuatu yang universal, tapi tidak semua orang punya selera yang sama, kan? 


Kompromikan playlist dengan rekan-rekan di sekitar meja, atau jika Anda punya ruangan sendiri, pasang volume di batas medium, sehingga suaranya tidak terdengar ke luar. Ingatlah, kalau Anda sedang bekerja, dear. Membawa headphone sendiri adalah salah satu pilihan yang aman, tapi sekali lagi, jangan sampai Anda tidak bisa mendengar ketika atasan atau rekan kerja memanggil. Anda pasti tidak mau dong, menerima surat peringatan dari HRD cuma karena mendengarkan musik kesukaan?

Cara Resign Yang Elegan

Mendapat pekerjaan baru, atau apa pun alasan Anda untuk resign, tak boleh bikin Anda lupa etika di hari terakhir kerja.
Bereskan tugas. Pastikan seluruh tanggung jawab sudah dibereskan. Rapikan semua fileuntuk diberikan ke sekretaris perusahaan, atau langsung diserahkan pada pengganti Anda. Jangan sampai ada pekerjaan yang belum selesai dan Anda menjadi bahan omongan di kemudian hari.
Meja yang rapi. Masih ingat kondisi meja di hari pertama kerja? Ya, buang kertas yang tidak terpakai, hapus semua data pribadi Anda dari komputer, dan jangan lupa rapikan isi laci. Meja meninggalkan impresi tentang Anda, lho. Tak mau kan, diingat sebagai wanita jorok?
Farewell email. Ucapkan terima kasih sembari berpamitan ke semua rekan kerja. Jika atmosfer kantor Anda memang “friendly”, Anda boleh kok menyelipkan cerita pengalaman baik yang sudah didapatkan selama bekerja. Jangan lupa sertakan kontak terbaru Anda (nomor hp dan email) untuk menjaga hubungan baik.

Tingkatkan Performa Kerja dengan Team Work

Memang, load kerja akan terasa semakin ringan jika diselesaikan secara tim. Tapi ada beberapa hal yang tak boleh Anda hiraukan dalam teamwork, yakni kemampuan untuk bisa menyatukan isi kepala tiap individu di dalamnya. Itulah mengapa aroma persaingan unjuk kemampuan sering terjadi. Bisa fatal akibatnya, jika kebiasaan ini tak juga berubah. Nah, anggaplah ini sebagai tantangan unjuk profesionalitas Anda.
Sebenarnya yang perlu Anda dan anggota tim lakukan adalah berpikir objektif, sehingga tak ada yang memandang hasil kerja Anda dengan sebelah mata. Dengan begitu, potensi yang dimiliki masing-masing individu bisa terlihat jelas dan target yang telah disusun pun bisa sukses tercapai. Terbukti benar apa yang dikatakan Pat Riley, “Great teamwork is the only way we create the breakthroughs that define out careers.”

Promosi Dapat Jabatan Tinggi Kok Panik?

Naik jabatan tak selalu jadi kabar gembira. Buktinya banyak wanita kerap panik
dengan situasi itu, lho. Ini jalan keluarnya!
  • “Saya takut dibenci sesama rekan kerja” Bangun citra atasan yang berwibawa agar bawahan tetap menghormati Anda. Caranya? Bersikap adil, konsisten, dan jujur pada bawahan yang bisa melunturkan rasa iri mereka. Dengan begitu, Anda bisa membangun tim kerja yang solid!
  • “Usia saya lebih muda dari bawahan” Perlihatkan pada bawahan kalau usia tidak memengaruhi kualitas Anda sebagai atasan. Senjata Anda cuma percaya diri saja, kok. Hanya saja, jangan sering meminta saran pada bawahan saat bimbang mengambil keputusan, itu malah memerlihatkan kelemahan Anda sebagai atasan.
  • “Akankah perintah saya didengar?” Dengar baik-baik, Anda dituntut untuk tegas namun sopan dalam memberi perintah. Agar terhindar dari kesalahpahaman, meminta bawahan untuk menyebutkan kembali perintah Anda juga bisa dilakukan untuk memastikan pekerjaannya lancar

TIPS MELAMAR KERJA DAN SUKSES KERJA BAGIAN ADMINISTRASI

TIPS MELAMAR KERJA DAN SUKSES KERJA BAGIAN ADMINISTRASI Tentu tidak asing lagi , saat kita mendengar dibutuhkan lowongan dibidang Adminis...